terkini24.com,- Operator kompetisi sepak bola Indonesia akan memberikan sanksi berupa pengurangan hingga 14 poin bagi klub-klub di Super League yang gagal memenuhi tujuh kriteria lisensi klub untuk musim 2026/2027. Langkah tegas ini diambil oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai respons atas kegagalan denda finansial dalam menyelesaikan masalah administrasi dan keuangan, terutama tunggakan gaji pemain. Sanksi ini berlaku seragam di seluruh liga, mulai dari Super League, Championship, hingga Liga Nusantara, dengan skema pengurangan poin yang disesuaikan per kasta. Direktur Utama LIB Ferry Paulus menegaskan, setiap pelanggaran terhadap satu dari tujuh kriteria lisensi akan mengurangi dua poin di kasta tertinggi, sehingga jika semua kriteria gagal dipenuhi, total pengurangan bisa mencapai 14 poin.

Ferry menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memastikan klub tidak hanya berfokus pada performa di lapangan, tetapi juga memenuhi standar tata kelola yang sehat. Di kasta kedua, setiap pelanggaran mengurangi satu poin, sehingga total maksimal sanksinya adalah tujuh poin. Di Liga Nusantara, skema yang sama diterapkan. Ancaman ini menjadi peringatan keras bagi klub-klub yang masih terkena sanksi pendaftaran pemain dari FIFA akibat tunggakan gaji, seperti PSM Makassar di Super League, PSBS Biak di Championship, dan Sriwijaya FC di Liga Nusantara.

Selain itu, LIB menegaskan bahwa klub yang ingin promosi wajib lolos verifikasi lisensi. Jika klub yang lolos promosi gagal memenuhi syarat, maka promosi akan dibatalkan, dan klub yang sebelumnya terdegradasi berhak mendapatkan โ€œwildcardโ€ untuk tetap bertahan. Kebijakan ini menjadi filter ketat sekaligus upaya membangun keberlanjutan finansial dan administratif di seluruh struktur sepak bola Indonesia.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading