terkini24.com,- Di tengah gemuruh Stadion New York-New Jersey, timnas Prancis menunjukkan dominasi mutlak dengan menghancurkan Swedia 3-0 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Kylian Mbappé tampil sebagai sang penentu dengan dua gol spektakuler, sementara Bradley Barcola menutup kemenangan Les Bleus dengan gol ketiga. Kemenangan ini bukan sekadar melangkah ke babak 16 besar, tapi juga mematahkan sejumlah rekor historis yang telah bertahan puluhan tahun.

Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis, kini menjadi manajer paling sukses di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah. Dengan kemenangan ini, ia mengumpulkan sembilan kemenangan di babak knock-out — melebihi semua pelatih lain yang pernah menangani tim di turnamen ini. Keberhasilannya mempertahankan stabilitas dan kedisiplinan tim di bawah tekanan tinggi kian mengukuhkan statusnya sebagai arsitek legendaris.

Di sisi ofensif, Prancis menunjukkan mesin gol yang tak terbendung. Mereka melepaskan 25 tembakan ke gawang Swedia — jumlah tertinggi yang pernah dicatat tim asal Eropa itu dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1998, ketika mereka menghajar Paraguay di babak 16 besar. Angka ini menunjukkan betapa sistem serangan Prancis kini berjalan dengan presisi luar biasa, mengombinasikan kecepatan, kreativitas, dan ketajaman.

Namun, yang paling mencengangkan adalah pencapaian Kylian Mbappé. Dengan dua gol dalam laga ini, ia kini mencatatkan tujuh pertandingan berbeda di Piala Dunia di mana ia mencetak dua gol atau lebih — rekor terbanyak sepanjang sejarah kompetisi. Angka ini tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pencapaian pemain mana pun di era modern, menjadikannya satu-satunya pemain yang mampu melampaui legenda seperti Ronaldo, Messi, dan even Pele dalam hal konsistensi menyerang di ajang tertinggi sepak bola dunia.

Baca Juga:

Lebih dari itu, Prancis kini mencatatkan lima pertandingan beruntun di Piala Dunia di mana mereka mencetak minimal tiga gol — rekor terpanjang dalam sejarah turnamen sejak pertama kali digelar pada 1930. Konsistensi serangan ini tidak hanya menunjukkan kedalaman skuad, tetapi juga kepercayaan taktis yang luar biasa dari pelatih Deschamps terhadap generasi emasnya.

Dengan kemenangan ini, Prancis melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga Paraguay vs Prancis — sebuah pertemuan ulang yang menarik, mengingat kedua tim pernah bertemu di fase grup. Sementara itu, Swedia, meski tampil gigih, harus pulang dengan tangan hampa, menutup perjalanan mereka di turnamen ini dengan kekalahan telak dan pertanyaan besar tentang masa depan tim mereka.

Di balik semua statistik, satu hal yang jelas: Prancis bukan lagi sekadar tim favorit. Mereka sedang menjadi mesin juara yang berjalan tanpa henti.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading