terkini24.com,- Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe, mengakui bahwa FIFA tengah menghadapi krisis kepercayaan menyusul rencana Gianni Infantino menjual saham Piala Dunia. Motsepe, yang menjadi wakil presiden FIFA pertama yang memberi wawancara sejak kontroversi itu merebak, menegaskan bahwa CAF telah berkonsultasi dengan ahli hukum dan menyimpulkan tidak ada pelanggaran aturan dalam pembicaraan rahasia terkait penjualan saham tersebut. Meski demikian, ia mengakui banyak hal dalam tubuh FIFA perlu diperbaiki, termasuk transparansi dan tata kelola.

Motsepe menekankan bahwa Infantino telah meminta maaf dan mengakui kemungkinan ada cara lain yang lebih tepat dalam menangani isu ini, sehingga CAF menerima pengakuan tersebut. Ia juga memperingatkan pihak-pihak yang menentang Infantino agar tidak melanggar prosedur resmi FIFA. โ€œJika ada yang punya masalah, ikuti prosesnya. Jika ingin menggantikannya, biarkan 211 asosiasi anggota yang memutuskan lewat pemilihan,โ€ ujarnya.

Motsepe, yang juga taipan asal Afrika Selatan, menolak mengambil sikap tegas mendukung atau menentang Infantino. Ia menekankan pentingnya proses yang adil: โ€œSetiap orang berhak didengar. Mari kita buat forum, dengar pendapat, atau bahkan tribunalโ€”yang penting, keadilan harus dijunjung tinggi.โ€ Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuannya dengan Presiden UEFA Aleksander Ceferin, sosok yang dianggap memimpin gerakan mendesak Infantino mundur bersama AFC dan Concacaf.

Baca Juga:

Dengan pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung tahun depan, Motsepe menekankan agar semua pihak menunggu proses demokratis berjalan. โ€œBukankah lebih baik membiarkan 211 anggota yang menentukan masa depan FIFA?โ€ tanyanya. CAF, bersama Conmebol, tetap menjadi salah satu konfederasi yang belum secara terbuka menarik dukungan terhadap Infantino.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading