terkini24.com,- Presiden LaLiga Javier Tebas mendesak Gianni Infantino segera meletakkan jabatannya sebagai presiden FIFA, menyusul serangkaian kontroversi selama Piala Dunia 2026. Tebas mengecam kebijakan FIFA yang dianggap lebih mengutamakan keuntungan finansial daripada integritas permainan, termasuk penerapan istirahat hidrasi sebagai sarana iklan, pembatalan kartu merah terhadap pemain AS Folarin Balogun setelah intervensi Gedung Putih, serta penolakan masuknya wasit Somalia Omar Artan ke Amerika Serikat. Menurut Tebas, sistem FIFA kini sakit dari akarnya, dengan Infantino bertahan karena dukungan federasi yang takut menantangnya.
Tebas menegaskan bahwa Infantino tidak peduli pada perkembangan sepak bola, melainkan hanya fokus pada pendapatan, terutama melalui rencana perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Ia menilai langkah itu semata-mata strategi komersial untuk memperbanyak penjualan tiket. โInfantino tidak tertarik pada sepakbola, tetapi ia mendapat dukungan dari federasi-federasi karena tidak ada yang berani menentangnya,โ ujar Tebas, dikutip dari *A Bola*. Ia menambahkan bahwa tidak ada kandidat oposisi yang siap menggantikannya, dan mereka yang diam pun menyadari kerusakan yang ditimbulkan.
Dalam pernyataannya, Tebas menyoroti kekecewaan publik di Amerika Serikat terhadap kepemimpinan Infantino, meski suara protes itu belum berubah menjadi tindakan nyata. โSaya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau terlibat, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepakbola,โ tegasnya.
















