terkini24.com,- Pembalap Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa membeberkan perbedaan mendasar dalam gaya balap antara kompetisi di Eropa dan Asia. Saat ini, Ramadhipa tengah berkompetisi di dua ajang bergengsi Eropa, yakni Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dan Moto3 Junior World Championship 2026, setelah sebelumnya mengikuti seri Asia Road Racing Championship dan Asia Talent Cup.
Menurut Ramadhipa, tantangan terbesar di Eropa bukan hanya pada kecepatan, tetapi pada konsistensi pace yang harus dipertahankan oleh pembalap di depan. โKalau di Eropa, mereka yang di depan yang levelnya satu step di atas, kalau misalnya dari free practice mereka rasa mereka kuat, mereka pasti push di race itu,โ ujarnya. Ia menekankan bahwa mengikuti pace tersebut menjadi kunci utama untuk bersaing di lintasan Eropa.
Berbeda dengan di Asia, di mana hasil balapan lebih dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, di Eropa persaingan jauh lebih ketat karena fasilitas dan infrastruktur yang lebih maju. โTantangan terbesarnya, diri sendiri. Karena mengontrol emosi dan ego itu sangat penting,โ tambahnya.
Saat ini, Ramadhipa menempati peringkat ketiga di klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan 101 poin, dan peringkat kelima di Moto3 Junior World Championship 2026 dengan 64 poin. Kedua kejuaraan masih menyisakan beberapa seri balapan, dengan Red Bull Rookies Cup menyisakan empat balapan dari dua race, sementara Moto3 Junior menyisakan enam balapan dari tiga seri.

















