terkini24.com,- Rasisme kembali mencemari Piala Dunia 2026 setelah suporter Argentina melontarkan chant bernada rasial terhadap pemain Prancis, sementara seorang senator Paraguay membandingkan Kylian Mbappe dengan monyet. Kejadian ini terjadi selama babak 16 besar di Atlanta pada 7 Juli 2026 dan di tengah kehadiran IShowSpeed di tribun Miami, menunjukkan bahwa prasangka berbasis warna kulit masih hidup di stadion global.

Peristiwa itu bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari pola berulang yang sudah terlihat sejak final Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024. Chant yang menyangkal ke-Prancis-an pemain berdarah Afrika, serta pernyataan pejabat yang merendahkan martabat atlet berdasarkan ras, menunjukkan bahwa rasisme di sepak bola bukanlah ledakan emosi sesaat, melainkan warisan budaya yang terus diwariskan dan dinormalisasi oleh sebagian kelompok suporter.

Baca Juga:

Stadion, yang seharusnya menjadi simbol persatuan, justru menjadi panggung bagi narasi lama yang mengukuhkan siapa yang dianggap โ€œlayakโ€ mewakili sebuah bangsa. Ketika hinaan itu diteriakkan di hadapan jutaan penonton global, bukan hanya martabat individu yang tercoreng, tetapi nilai-nilai dasar olahraga yang dijunjung tinggi FIFA dan seluruh dunia.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading