terkini24.com,- Pertandingan antara Prancis dan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada 5 Juli 2026 memicu kontroversi di luar lapangan, setelah Senator Paraguay Celeste Amarilla menuntut Kylian Mbappe meminta maaf secara publik atas tindakan yang dianggapnya merendahkan. Konflik bermula setelah Mbappe mencetak gol penalti yang mengeliminasi Paraguay dengan skor 1-0, lalu menolak bersalaman dengan kiper lawan, Orlando Gill, saat peluit panjang berbunyi. Amarilla kemudian mengunggah pernyataan rasialis di media sosial, yang langsung dikutuk keras oleh Federasi Sepak Bola Prancis dan Mbappe sendiri.

Meski mendapat tekanan global dan menghapus unggahan kontroversialnya, Amarilla tetap bersikeras bahwa tindakan Mbappe—menolak jabat tangan dan merayakan kemenangan di depan pemain Paraguay—adalah bentuk kesombongan dan penghinaan yang menyakitkan. Dalam pernyataan panjang di Instagram, ia mengklaim bahwa kemarahannya berasal dari rasa cinta terhadap Prancis, tempat ia menempuh pendidikan sejak kecil, dan menegaskan bahwa konflik ini murni pribadi antara dirinya dan Mbappe. Ia menuding pemain Prancis itu menganggap tim Paraguay sebagai “kotoran” berdasarkan ucapan, “Jika kita harus mengotori tangan kita, maka mari kita lakukan,” yang menurutnya adalah sindiran rasis.

Amarilla juga menyesal menggunakan bahasa hinaan dalam unggahan awalnya, tetapi tetap menuntut permintaan maaf resmi dari Mbappe di panggung Piala Dunia 2026 sebagai bentuk pengakuan atas perilaku yang dianggapnya tidak sportif. Federasi Sepak Bola Prancis menyatakan akan mengajukan gugatan hukum atas pernyataan rasialis tersebut, sementara Mbappe belum memberikan respons resmi selain mengecam tindakan Amarilla sebagai tidak dapat diterima.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading