terkini24.com,- Setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 dalam final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, kontroversi berlanjut di luar lapangan. Petisi online yang menuntut Argentina dikeluarkan dari turnamen mencapai 23.316.108 tanda tangan, hampir menyamai rekor dunia petisi terbanyak yang dipegang gerakan Jubilee 2000 pada 1997 dengan 24,3 juta tanda tangan.
Petisi tersebut diinisiasi di situs argentinaout.com dan ditutup setelah mendapat respons masif dari publik global. Kepedulian ini dipicu oleh aksi tidak terpuji para pemain dan staf teknis Argentina pasca-laga, termasuk Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala yang diduga menyerang pihak Spanyol. Sebelumnya, keputusan FIFA yang menangguhkan kartu merah terhadap pemain AS, Folarin Balogun, juga memicu kecurigaan bias terhadap Argentina.
Menurut laporan Euro News, jumlah tanda tangan petisi ini menjadi yang terbanyak kedua sepanjang sejarah, hanya selisih sekitar satu juta dari rekor Guinness. Kericuhan di final dan persepsi perlakuan istimewa dari FIFA semakin memperdalam kemarahan fans sepak bola di seluruh dunia.
















