terkini24.com,- Jelang Piala Dunia 2026, timnas Inggris menghadapi persoalan serius di lini pertahanan. Meski memiliki gelar juara Eropa 2024 dan sejarah gemilang di pentas dunia, pasukan Gareth Southgate kini tampak rapuh saat menghadapi serangan cepat dan tekanan tinggi dari lawan-lawan tangguh dalam beberapa laga uji coba terakhir.
Pertahanan yang sebelumnya diandalkan lewat kombinasi kematangan John Stones dan kecepatan Kyle Walker kini kehilangan keseimbangan. Kehilangan konsistensi di posisi bek tengah menjadi titik lemah yang sering dieksploitasi lawan, terutama saat tim asuhan Southgate bermain dengan formasi 3-4-3. Di dua dari tiga laga terakhir, Inggris kebobolan dua kali dari situasi set-piece dan serangan balik yang seharusnya bisa dicegah dengan komunikasi lebih baik.
Tak hanya itu, cedera yang menimpa Trent Alexander-Arnold menjadikan opsi sayap kanan sebagai masalah tambahan. Kembalinya Bukayo Saka ke posisi bek sayap bukan solusi ideal, karena kekuatan utamanya justru terletak pada serangan. Sementara itu, pemain muda seperti Billie Smedts dan Charlie Patino belum mampu menunjukkan kematangan yang dibutuhkan di level turnamen besar.
Southgate sendiri mengakui adanya kekhawatiran itu dalam konferensi pers menjelang laga melawan Belanda. โKami sedang bekerja keras membangun kepercayaan di belakang. Ini bukan soal kualitas individu, tapi soal sinkronisasi dan keputusan di bawah tekanan,โ ujarnya.
Rekrutmen pemain baru seperti Conor Coady dan Joe Gomez menjadi solusi sementara, tapi keduanya juga belum sepenuhnya pulih dari cedera panjang. Di tengah tekanan menjelang turnamen, kestabilan pertahanan justru menjadi kunci utama apakah Inggris bisa melangkah jauh atau sekadar menjadi kandidat yang gagal memenuhi ekspektasi.
Fans pun mulai mempertanyakan strategi jangka panjang pelatih asal Inggris itu. Dengan kekuatan lini depan yang tetap memukau โ berkat bintang-bintang seperti Jude Bellingham, Harry Kane, dan Phil Foden โ ketidakseimbangan di belakang bisa menjadi penghambat terbesar mimpi juara di Piala Dunia 2026.
















