Terkini24.com,- Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara tegas menolak rencana FIFA untuk menjual saham minoritas Piala Dunia 2026, menyebut tindakan itu melampaui batas wewenang institusi sepak bola global. Protas ini muncul setelah Presiden FIFA Gianni Infantino mengindikasikan niat menjual saham senilai 4,2 miliar dolar AS kepada investor swasta, termasuk pihak yang terkait dengan keluarga Donald Trump. UEFA menegaskan bahwa sepak bola bukan aset komersial yang bisa diperdagangkan, dan FIFA tidak memiliki hak untuk memperlakukan Piala Dunia sebagai properti pribadi.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis di media sosial, UEFA menekankan bahwa tata kelola sepak bola harus tetap berbasis kepentingan bersama, bukan keuntungan pribadi. โIni melewati batas dari institusi pemerintah sepak bola yang seharusnya tidak pernah dilewati,โ demikian bunyi pernyataan UEFA. Mereka menambahkan bahwa tidak ada satu pun entitasโbaik federasi, klub, maupun individuโyang boleh mengklaim kepemilikan atas sepak bola, termasuk FIFA.
Infantino, yang menyatakan bahwa nilai komersial sepak bola terus meningkat pasca-Piala Dunia 2026 yang pertama kali diikuti 48 tim, berargumen bahwa pendapatan ekstra akan mengangkat seluruh ekosistem permainan. Namun, kritik dari UEFA menyoroti kurangnya transparansi dan potensi konflik kepentingan, terutama karena laporan menyebut Infantino berpotensi memperoleh keuntungan pribadi senilai puluhan juta euro dari kesepakatan tersebut. Hingga kini, rencana penjualan saham belum resmi disetujui, dan tekanan dari UEFA semakin memperuncing perdebatan tentang masa depan komersialisasi turnamen terbesar di dunia.

















