Terkini24.com,- Kontroversi perubahan waktu tambahan dari dua menjadi tujuh menit dalam laga Timnas Indonesia melawan Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026), mendapat tanggapan dari mantan wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh. Ia menekankan bahwa setiap penyesuaian durasi injury time harus melalui verifikasi mendalam antara wasit utama, wasit keempat, dan tim VAR untuk menghindari kebingungan di lapangan dan di kalangan publik.

Perubahan angka di papan waktu yang tiba-tiba berubah dari dua menjadi tujuh menit menjadi sorotan saat laga berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Timnas Indonesia memanfaatkan masa tambahan itu untuk mencetak dua gol lagi, memperbesar skor menjadi 9-2 dan mengamankan tempat di final. Subkhiddin menjelaskan, kalkulasi waktu tambahan harus mempertimbangkan semua penghentian aktivitasโ€”cedera, pergantian pemain, selebrasi gol, dan peninjauan VARโ€”dan memerlukan koordinasi sempurna antarpetugas pertandingan. Ia menegaskan, wasit keempat tidak boleh langsung disalahkan, karena kemungkinan besar terjadi miskomunikasi atau koreksi teknis mendadak dari VAR yang belum sempat disosialisasikan dengan jelas.

โ€œSebelum menunjukkan dua menit, wasit keempat seharusnya sudah menerima konfirmasi resmi dari wasit utama dan masukan spesifik dari VAR mengenai durasi setiap penundaan,โ€ ujar Subkhiddin, dikutip dari Berita Harian, Sabtu (3/10/2026). Ia menambahkan, kemungkinan besar setelah angka dua menit ditampilkan, wasit utama menerima informasi baru dari VAR bahwa waktu yang terbuang sebenarnya lebih panjang, sehingga terjadi koreksi mendadakโ€”meski prosesnya tidak tampak jelas kepada penonton.

Subkhiddin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sistem komunikasi antarpetugas pertandingan perlu diperbaiki agar keputusan semacam ini tidak lagi memicu spekulasi, meskipun hasil laga tetap sah menurut aturan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading