terkini24.com,- FIFA berencana menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta melalui perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah langkah yang langsung mendapat kecaman keras dari UEFA. Otoritas sepak bola Eropa itu menilai rencana tersebut melanggar prinsip dasar tata kelola sepak bola yang seharusnya tidak diperdagangkan sebagai aset komersial.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa (28/7/2026) malam WIB, UEFA menyatakan bahwa jiwa dan integritas sepak bola bukanlah barang yang bisa dijual. Mereka menekankan bahwa keputusan ini tidak hanya melanggar batas etis, tetapi juga membahayakan transparansi dan kepentingan seluruh pemangku kepentinganโmulai dari klub, pemain, liga, hingga suporter dan pemerintah. FIFA tetap akan memegang mayoritas saham di FFE, sementara sisanya ditaksir bernilai hingga 20 miliar dolar AS, dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dari turnamen seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
UEFA menegaskan bahwa meskipun Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan cuan 15 miliar dolar AS, hal itu tidak bisa menjadi justifikasi untuk mengubah esensi sepak bola menjadi produk investasi. Mereka mempertanyakan siapa yang benar-benar diuntungkan secara finansial, sekaligus menolak segala bentuk privatisasi yang mengaburkan peran FIFA sebagai lembaga nirlaba.

















