Terkini24.com,- FIFA membatalkan skorsing otomatis penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang seharusnya absen di laga babak 16 besar melawan Belgia setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Keputusan itu memicu kemarahan UEFA, Belgia, dan mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, yang menilai langkah tersebut merusak integritas kompetisi.

UEFA menyebut keputusan FIFA sebagai tindakan “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan”. Badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa skorsing otomatis setelah kartu merah adalah aturan baku yang tidak bisa diubah sepihak. “Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak,” tegas UEFA dalam pernyataan resminya.

Reaksi keras juga datang dari pihak Belgia, yang menganggap keputusan FIFA seperti lelucon April Mop. Sementara itu, Balogun tetap diperbolehkan tampil dalam laga penting melawan Belgia, memicu spekulasi luas tentang keadilan dan konsistensi penerapan peraturan di Piala Dunia 2026.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading