Terkini24.com,- Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi pusat perdebatan sengit di fase grup Piala Dunia 2026, dengan sejumlah keputusan yang dinilai terlalu teknis hingga memutuskan nasib tim-tim besar. Di antara semua insiden, yang paling menyakitkan dialami Timnas Iran — yang gagal melaju ke babak 32 besar setelah gol penyeimbang Shoja Khalilzadeh dianulir karena posisi offside yang hanya terpaut satu milimeter.

Laga Iran melawan Mesir di Grup G berakhir imbang 1-1, setelah gol Khalilzadeh di menit ke-93+3 yang sempat membangkitkan harapan lolos dari grup, langsung dibatalkan setelah evaluasi VAR. Tayangan ulang yang ditayangkan oleh media Al Jazeera menunjukkan bahwa ujung jari kaki Khalilzadeh melewati garis pertahanan terakhir Mesir sejauh kurang dari satu milimeter — jarak yang terlalu tipis untuk dianggap sebagai kesalahan, namun cukup bagi teknologi untuk menghapusnya. Keputusan itu mengakhiri mimpi Iran untuk pertama kalinya tampil di babak gugur Piala Dunia sejak 2018.

Bukan hanya Iran yang merasa dirugikan. Lima insiden VAR paling memicu kemarahan di babak penyisihan grup antara lain:

**1. Iran vs Mesir: Offside 1 Milimeter yang Menghancurkan Harapan**

Seperti dijelaskan, gol Khalilzadeh menjadi titik balik paling kontroversial. Suporter Iran berpikir mereka akan melaju, tapi VAR memutuskan sebaliknya. FIFA mengakui bahwa keputusan itu berada di ambang batas teknis terkecil yang bisa diukur, namun tetap mempertahankan keputusan karena aturan tidak memberi ruang untuk interpretasi.

**2. Kolombia vs Portugal: Sepatu yang Menghancurkan Kemenangan**

Davinson Sánchez nyaris menjadi pahlawan saat menyundul umpan Juan Quintero ke gawang Portugal pada menit ke-88. Namun, wasit langsung meniup peluit setelah asisten menaikkan bendera offside. Revisi VAR menunjukkan bahwa hanya ujung sol sepatu Sánchez yang melewati garis pertahanan. Kolombia akhirnya harus puas bermain imbang 2-2, meski sempat unggul 2-0.

**3. Ghana vs Inggris: Penalti yang Hilang di Tengah Keriuhan**

Dalam laga yang berakhir 0-0, Ghana mendapat peluang emas saat Mohammed Kudus disentuh di dalam kotak penalti oleh Harry Maguire pada menit ke-67. Wasit awalnya tidak memberi hukuman, dan VAR memutuskan tidak ada pelanggaran. Rekaman ulang menunjukkan kontak jelas, tapi wasit menganggap sentuhan itu tidak cukup mengganggu keseimbangan pemain. Kebijakan VAR yang terlalu kaku terhadap “clear and obvious error” menjadi sorotan tajam dari pelatih Ghana, James Kwasi Appiah.

**4. Jepang vs Brasil: Gol yang Dianulir Tanpa Bukti Jelas**

Brasil sempat unggul 1-0 lewat gol Vinícius Júnior, namun VAR membatalkannya setelah menilai bahwa Rodrygo berada dalam posisi offside saat umpan dibuat. Namun, tayangan dari berbagai sudut menunjukkan bahwa Rodrygo berada sejajar dengan bek terakhir Brasil saat bola dilepaskan. Reaksi pelatih Tite langsung menunjukkan kekecewaan, dan banyak analis menyebut ini sebagai kesalahan teknis yang seharusnya tidak diperiksa ulang.

**5. Belanda vs Maroko: Penalti yang Diberikan Terlalu Lambat**

Maroko sempat unggul 1-0, namun Belanda meraih penalti di menit ke-85 setelah kiper Maroko menyentuh bola di luar kotak penalti. Namun, wasit baru memutuskan setelah menunggu lebih dari 90 detik. VAR baru mengingatkan wasit setelah pemain Belanda berteriak-teriak dan suporter mulai melempar objek ke lapangan. Penalti yang diberikan oleh Danny Makkelie pun dianggap terlalu terlambat, mengganggu ritme pertandingan dan menimbulkan protes keras dari tim Maroko.

Dari lima insiden ini, satu hal jelas: teknologi VAR telah membawa akurasi, tetapi juga memperdalam luka emosional bagi para pemain dan suporter. Di tengah tuntutan akan keadilan, pertanyaan besar kini menggema: apakah sepak bola modern harus mengorbankan emosi demi presisi yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang?

FIFA mengaku sedang meninjau ulang batas toleransi offside, terutama dalam kasus-kasus di bawah 2 milimeter. Sementara itu, para suporter Iran masih menatap layar tayangan ulang gol Khalilzadeh — satu milimeter yang mengubah sejarah.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading