terkini24.com,- Yaya Toure, pelatih asal Pantai Gading, menjadi sosok bersejarah setelah memimpin Slovan Bratislava tampil di fase utama UEFA Champions League 2026/2027. Debutnya di pentas tertinggi sepak bola Eropa berlangsung pada Rabu (9/9) malam di Stadion Parc des Princes, Paris, saat timnya menghadapi Paris Saint-Germain. Meski kalah 1-6, pencapaian Toure tetap melampaui batas sejarah—ia adalah pelatih pertama dari benua Afrika yang pernah menangani tim di putaran utama kompetisi ini.
Sebelumnya, tak pernah ada pelatih Afrika yang dipercaya memimpin tim di UCL, meski pemain dari benua itu sudah lama mendominasi lapangan. Toure, yang berusia 43 tahun, membawa Slovan Bratislava ke ajang ini dengan rekor tak terkalahkan dalam tujuh laga berturut-turut, menunjukkan kemampuan strategis yang matang. Pengalaman panjangnya sebagai pemain di Barcelona dan Manchester City turut menjadi modal kuat dalam membangun gaya permainan timnya.
Setelah laga, Toure mengakui perbedaan level yang sangat jauh antara kedua tim. Ia memuji kerja keras para pemainnya, tetapi menekankan bahwa PSG adalah tim terbaik di dunia. “Para pemain saya telah berusaha dan melakukan semua yang mereka bisa, tetapi itu sangat sulit,” ujarnya. “Tim kami bermain sangat baik. Kami bisa kecewa karena kebobolan tiga atau empat gol, tetapi apa yang bisa kami lakukan melawan tim seperti PSG?”
Dengan kekalahan ini, sejarah tetap tercatat: Yaya Toure bukan sekadar pelatih yang membawa tim ke UCL—ia adalah pelopor yang membuka pintu bagi generasi pelatih Afrika di panggung sepak bola Eropa paling bergengsi.

















