terkini24.com,- Tijuana – Hong Myung-bo resmi mengakhiri masa kepelatihannya bersama Timnas Korea Selatan usai timnya gagal melaju ke 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan ini menjadikannya pelatih ketiga yang meninggalkan kursinya di tengah turnamen, menyusul Steve Clarke (Skotlandia) dan Sabri Lamouchi (Tunisia).
Dalam konferensi pers di markas tim di Tijuana, Meksiko, pada Minggu (28/6) waktu setempat, Hong mengumumkan pengunduran dirinya dengan nada penuh tanggung jawab. “Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh penggemar sepak bola Korea. Hari ini, saya mengundurkan diri dari posisi pelatih tim nasional,” ujarnya.
Korea Selatan finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan. Hasil itu tak cukup untuk bersaing sebagai salah satu dari delapan tim peringkat tiga terbaik, sehingga Taegeuk Warriors tersingkir sejak fase grup. Kekalahan 2-1 dari Meksiko dan 1-0 dari Afrika Selatan menjadi pukulan telak, meski sempat menang 1-0 atas Republik Ceko.
“Ini bukan keputusan yang mudah. Tapi sejak saya menerima tanggung jawab ini, saya tidak pernah memikirkan alternatif lain. Saya percaya inilah satu-satunya cara untuk memenuhi kewajiban saya kepada sepak bola nasional,” tambah Hong, yang pernah memimpin Korea Selatan meraih gelar runner-up Piala Asia 2015 dan menjadi kapten timnas saat menembus semifinal Piala Dunia 2002.
Hong menjadi pelatih pertama asal Asia yang mengundurkan diri di Piala Dunia 2026. Keputusannya sejalan dengan pola yang terjadi di tim-tim lain yang gagal mencapai target. Steve Clarke, pelatih Skotlandia, juga meletakkan jabatannya setelah The Tartan Army gagal lolos usai kalah 2-1 dari Kroasia dan tersingkir karena selisih gol di antara tim peringkat tiga. Di grup lain, Sabri Lamouchi lebih dulu dipecat federasi setelah Tunisia kalah telak 1-5 dari Swedia di laga pembuka, dan digantikan Herve Renard yang juga gagal memperbaiki performa.
Sementara itu, Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay, menyiratkan niatnya untuk mundur setelah La Celeste hanya meraih dua poin dari tiga laga di Grup H, finis di posisi ketiga di belakang Spanyol dan debutan Cape Verde. “Saya tidak memberikan apa-apa kepada tim dalam tiga tahun terakhir,” ujar Bielsa, yang sudah mengindikasikan kemungkinan pensiun dari dunia pelatihan.
Dengan kepergian Hong, Korea Selatan kini menghadapi masa transisi besar. Pemain bintang Son Heung-min, yang menjadi tulang punggung tim sepanjang turnamen, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan pelatihnya. “Dia memberikan segalanya. Kekalahan ini bukan salahnya — ini tanggung jawab kami semua,” kata Son usai laga terakhir.
Korea Selatan kini menjadi tim keenam yang gagal melaju ke babak gugur di Piala Dunia 2026, dan yang pertama sejak 1998 tidak lolos dari fase grup. Penantian panjang untuk kembali ke delapan besar — setelah prestasi gemilang di 2002 — kini harus ditunda, sambil menunggu pengganti Hong yang akan membawa tim membangun ulang identitasnya di kancah dunia.

















