Terkini24.com,- Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menolak rencana FIFA untuk menjual saham minoritas Piala Dunia melalui program FIFA Forward Enterprise (FFE), dan menyatakan solidaritas penuh dengan UEFA serta CONCACAF yang sebelumnya mengancam boikot. Pernyataan resmi AFC dikeluarkan pada Jumat, 31 Juli 2026, menyusul kekhawatiran mendalam terhadap proses pengambilan keputusan FIFA yang dianggap tidak transparan dan mengabaikan suara konfederasi anggota.
AFC menegaskan bahwa komersialisasi Piala Dunia melalui investasi swasta bukan sekadar isu keuangan, tetapi menyangkut integritas dan masa depan sepak bola global. Dalam pernyataannya, AFC menyebut bahwa proposal FFE telah memicu ketidakpercayaan di kalangan asosiasi anggota, termasuk Dewan FIFA, karena tidak melalui konsultasi yang bermakna. Meskipun FIFA telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada niat โmenjual sepak bolaโ, AFC menilai pernyataan itu gagal menjawab inti kekhawatiran: hilangnya kontrol kolektif atas kompetisi paling bergengsi di dunia.
AFC mendesak FIFA untuk segera meninjau ulang seluruh proses pengambilan keputusan, menekankan bahwa Piala Dunia harus tetap menjadi milik seluruh komunitas sepak bola, bukan menjadi aset komersial yang dikuasai segelintir pihak. Keputusan sebesar ini, menurut AFC, tidak boleh diambil tanpa partisipasi penuh dari semua konfederasi dan asosiasi anggota.

















