terkini24.com,- Al Nassr menghadapi krisis keuangan serius setelah meraih gelar juara Liga Arab Saudi musim lalu, dengan total utang mencapai Rp3,9 triliun. Klub asal Riyadh itu kini harus mengambil langkah mendesak untuk menstabilkan keuangan, termasuk membatasi wewenang manajemen dan mempertimbangkan tawaran investasi dari pihak luar.
Utang tersebut berasal dari keputusan keuangan selama musim kompetisi terakhir, yang dipicu oleh pengeluaran besar untuk perekrutan pemain dan operasional klub. Public Investment Fund (PIF), pemilik klub, telah mengidentifikasi tiga langkah strategis: membatasi otoritas keuangan manajemen eksekutif, merekrut firma keuangan dan hukum independen untuk meningkatkan pendapatan dan merampingkan biaya, serta mengevaluasi tawaran akuisisi sebagian atau seluruh saham klub dari calon investor.
Langkah-langkah ini bertujuan mencegah akumulasi utang lebih lanjut, menjaga nilai pasar, dan memperkuat tata kelola keuangan sesuai standar internasional. PIF lebih memilih skema akuisisi sebagian daripada penjualan penuh, demi menjaga identitas dan basis suporter klub. Akibat krisis ini, Al Nassr dilarang merekrut pemain baru untuk musim 2026/2027 hingga keuangan stabil.

















