Terkini24.com,- Timnas Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Mesir 3-2 pada laga babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari WIB. Namun, kemenangan Albiceleste dipertanyakan setelah wasit François Letexier tidak memberikan penalti atau mengecek VAR saat Mohamed Salah terjatuh di dalam kotak penalti setelah dijatuhkan Julian Alvarez pada menit ke-94. Insiden itu memicu protes keras dari para pemain dan pelatih Mesir, yang berujung pada kartu kuning bagi pelatih Hossam Hassan. Keputusan wasit yang tidak mengambil tindakan apapun langsung menjadi sorotan global, terutama di media sosial, dengan banyak warganet menduga adanya keberpihakan terhadap Argentina.

Pertandingan berlangsung dramatis setelah Mesir unggul 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero (79’) dan Lionel Messi (84’), sebelum Enzo Fernández memastikan kemenangan lewat golnya di menit ke-90+2. Meski hasil akhir mengarah pada kelolosan Argentina, insiden di akhir laga menjadi bahan perdebatan panjang, terutama karena replays menunjukkan kontak kaki Alvarez secara jelas mengganggu keseimbangan Salah di dalam area terlarang. VAR tidak digunakan sama sekali, meskipun insiden itu jelas terjadi di area yang wajib dicek sesuai protokol FIFA.

Protes dari kubu Mesir tidak hanya berhenti di lapangan. Pelatih Hossam Hassan dan para ofisial tim berteriak-teriak ke arah wasit dan tim VAR, sementara pemain seperti Mostafa Zico langsung menyebut keputusan wasit “tidak adil” dalam wawancara pasca-laga. Di media sosial, unggahan cuplikan momen tersebut menjadi viral, dengan tagar #VARForSalah dan #FIFAUnfair mendominasi percakapan. Banyak pengamat sepak bola menyoroti konsistensi keputusan wasit sepanjang turnamen, terutama dalam situasi kontroversial yang menguntungkan Argentina.

Baca Juga:

Argentina selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Swiss melawan Kolombia di babak perempat final. Sementara itu, Mesir harus pulang dengan kekecewaan, setelah hampir mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang lolos ke delapan besar sejak 2002.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading