terkini24.com,- Lionel Messi dan tim Argentina akan bertemu Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.00 WIB, di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat. Pertandingan ini menjadi laga ketujuh antara kedua tim di semua kompetisi, dengan Argentina belum pernah kalah dalam sejarah head-to-head melawan Swiss. La Albiceleste datang sebagai juara bertahan dan favorit, dengan peluang 57,1 persen menang dalam waktu normal menurut simulasi Opta Analyst, sementara Swiss hanya memiliki peluang 18,7 persen.
Argentina menunjukkan ketajaman lini depan dengan mencetak gol dalam 14 pertandingan Piala Dunia terakhir, termasuk sembilan kemenangan dan dua hasil imbang sejak kekalahan 1-2 dari Arab Saudi di Piala Dunia 2022. Messi, yang kini berusia 39 tahun, menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia berturut-turut, sekaligus memperpanjang rekor sebagai pemain yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan putaran final. Namun, lini belakang Argentina masih menjadi titik lemah: dari sembilan tembakan tepat sasaran yang diterima, lima berujung golโpersentase kebobolan tertinggi di antara tim perempat final, hanya kalah dari Uzbekistan dan Tunisia.
Di sisi lain, Swiss tampil konsisten tanpa pernah tertinggal dalam 11 pertandingan sejak babak kualifikasi hingga babak 16 besar, termasuk kemenangan adu penalti atas Kolombia untuk melaju ke delapan besar. Granit Xhaka menjadi otak permainan dengan 75 umpan memecah pertahanan lawan, terbanyak kedua di turnamen. Ricardo Rodrรญguez, bek berpengalaman 31 pertandingan turnamen besar, ditugaskan mengawal Messi, sementara Breel Embolo mencatatkan 13 kontribusi gol dalam 17 laga terakhir. Swiss juga belum pernah menang melawan tim CONMEBOL dalam 10 pertemuan Piala Dunia, dengan catatan satu menang, tiga imbang, dan enam kalah.
Rekor historis dan statistik jelas memihak Argentina, yang menang 2-0 pada Piala Dunia 1966 dan 1-0 di babak 16 besar 2014. Namun, Swiss membawa kepercayaan diri tinggi dari performa solid dan disiplin taktis. Laga ini bukan hanya ujian ketahanan pertahanan Argentina, tapi juga kesempatan emas bagi Swiss untuk mengakhiri dominasi La Albiceleste dalam sejarah pertemuan mereka.
















