Terkini24.com,- Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengeluarkan pernyataan resmi setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir berakhir dengan kontroversi keputusan wasit Francois Letexier. Pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Argentina itu memicu kemarahan besar dari tim dan suporter Mesir, terutama terkait anulirnya gol kedua tim asal Afrika oleh VAR dan tidak diberikannya penalti setelah Mohamed Salah jatuh di kotak penalti.

EFA menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sejumlah keputusan krusial yang dinilai tidak konsisten dan merugikan timnya. Gol yang dicetak Mostafa Ziko pada menit ke-45+1 dianulir karena wasit menganggap ada pelanggaran oleh Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez sebelumnya โ€” keputusan yang langsung memicu protes keras dari para pemain dan pelatih Mesir. Pelatih Hossam Hassan, yang menerima kartu kuning setelah pertandingan, menegaskan bahwa insiden penalti terhadap Salah bahkan tidak diperiksa oleh tim VAR, padahal kontak jelas terjadi. Ia menilai tidak ada prinsip fair play yang dijunjung tinggi dalam pengambilan keputusan tersebut.

Baca Juga:

Kontroversi ini semakin memanas setelah striker Mostafa Ziko menyebut wasit โ€œtidak adilโ€ dan menyiratkan adanya tekanan terhadap wasit. โ€œDia menghancurkan perjuangan seluruh bangsa,โ€ ujar Ziko. Sementara itu, EFA menyatakan akan meninjau seluruh rekaman pertandingan dan berencana mengajukan protes resmi ke FIFA atas keputusan wasit dan sistem VAR yang dinilai tidak transparan. Pernyataan EFA menekankan bahwa mereka tidak menyerang individu, tetapi menuntut integritas dan konsistensi dalam penerapan aturan sepak bola di level tertinggi.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading