terkini24.com,- Pasangan ganda campuran baru Indonesia, Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu, mulai menjalani proses adaptasi intensif setelah resmi dipasangkan oleh pelatih Nova Widianto. Keduanya, yang sebelumnya berkompetisi di sektor ganda putra dan ganda putri, kini harus membangun pola permainan dari nol, termasuk menyesuaikan ritme, pembagian peran, dan komunikasi di lapangan. Proses ini menjadi tantangan utama mengingat keduanya belum pernah bermain di sektor ganda campuran sebelumnya.

Bagas, yang berusia 28 tahun, mengakui bahwa dinamika permainan ganda campuran jauh lebih kompleks dibandingkan ganda putra. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi gerak dengan rekan satu tim perempuan, serta mempelajari strategi dari pemain berpengalaman seperti Amri Syahnawi. โ€œIni kan partner-nya beda dari yang sebelumnya, apa maksudnya bukan cowok, ini partner cewek,โ€ ujarnya di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada Rabu (16/9). Ia menambahkan, kedisiplinan dan pengaturan skema serangan menjadi fokus utama dalam latihan harian.

Apriyani, yang sebelumnya berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah, menyoroti perbedaan gaya bermain Bagas yang sangat kontras. Meski baru berlatih bersama selama lima hari, ia mengatakan komunikasi terus ditingkatkan, terutama dalam menentukan pembagian zona pertahananโ€”siapa yang menjaga depan dan siapa yang menguasai belakang. โ€œKami coba berkomunikasi untuk, โ€˜Ini gimana ya maksudnya mainnya? Maksudnya gimana pembagian posisi?โ€™ Karena kan Bagas beda, Dejan beda,โ€ ujarnya. Ia menegaskan, perubahan yang dilakukan bukan pada teknik dasar, melainkan pada pembacaan situasi dan koordinasi saat bola dilepaskan.

Baca Juga:

Eksperimen pasangan ini dijadwalkan akan menjalani uji coba pertama di ajang Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya, sebagai langkah awal mengukur kesiapan mereka di level internasional.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading