Terkini24.com,- Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mengkritik keras keputusan FIFA yang mencabut skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam kejadian yang memicu kontroversi, Tuchel bercanda bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin bisa membantu menyelamatkan bek Inggris, Jarell Quansah, dari hukuman kartu merah jika kasusnya serupa.
FIFA memutuskan menangguhkan hukuman skorsing satu pertandingan terhadap Balogun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, sehingga ia tetap bisa tampil melawan Belgia. Keputusan ini menuai protes dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA), sementara laporan dari ABC News menyebut Trump dilaporkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta tinjauan ulang hukuman tersebutโmeski FIFA belum memberikan tanggapan resmi.
Tuchel menyatakan kebingungannya terhadap sistem yang memungkinkan keputusan wasit diubah setelah pertandingan berakhir. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan aturan, terutama di level tertinggi sepak bola dunia, di mana keadilan harus menjadi landasan utama, bukan tekanan politik atau intervensi di luar lapangan.
















