Terkini24.com,- Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyaksikan salah satu comeback paling memukau dalam sejarah kompetisi ini. Timnas Brasil, yang sempat tertinggal 0-1 akibat gol Kaishu Sano pada menit ke-29, bangkit dengan tenang dan menang 2-1 atas Jepang di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (29/6/2026) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan Selecao melaju ke babak 16 besar, dan sosok di balik bangkitnya tim berjuluk โ€œCanarinhosโ€ bukanlah Neymar atau Vinรญcius Jr., melainkan gelandang berusia 34 tahun, Casemiro.

Pertandingan berawal suram bagi Brasil. Casemiro yang seharusnya menjadi jangkar lini tengah justru menjadi sorotan negatif setelah menerima kartu kuning pada menit ke-14 karena pelanggaran terhadap Junya Ito. Ketika Jepang mencetak gol pembuka, ia tak mampu menghentikan gerak cepat Kaishu Sano yang memanfaatkan kekosongan di belakang lini pertahanan. Dalam 45 menit pertama, Brasil terlihat kaku, kehilangan ritme, dan kehilangan kepercayaan diri.

Namun, segalanya berubah setelah jeda. Di menit ke-54, Casemiro menjadi pahlawan. Umpan silang dari Gabriel Magalhรฃes dari sisi kiri diterima sempurna oleh sang kapten di garis gawang. Dengan sundulan kuat dan akurat, ia menyamakan kedudukan 1-1. Gol itu bukan sekadar penyeimbangโ€”ia adalah titik balik psikologis yang mengubah seluruh dinamika pertandingan.

Meski ditarik keluar oleh pelatih Carlo Ancelotti beberapa menit kemudian, dampak Casemiro masih terasa. Semangatnya menular ke rekan-rekannya. Gabriel Martinelli, yang baru masuk sebagai pengganti, memanfaatkan kebingungan bertahan Jepang untuk melesakkan gol kemenangan di menit ke-78. Kedua gol Brasil lahir dari permainan terstruktur, bukan keberuntungan. Brasil menguasai bola 62%, mencatatkan 15 tembakan, dan memaksa pertahanan Jepang yang terkenal rapat harus bergerak terus-menerus.

Casemiro dinobatkan sebagai Man of the Match dengan statistik impresif: dua tembakan, akurasi umpan 89%, dan delapan aksi bertahan. Tapi yang lebih penting dari angka-angka itu adalah kebijaksanaannya di lapangan.

โ€œIni adalah pertandingan mental,โ€ ujar Casemiro dalam sesi wawancara pasca-laga. โ€œJepang mencetak gol, lalu menutup semua ruang. Mereka bermain sangat rendah. Kami tidak panik. Kami tahu bahwa jika kami tetap tenang, mengalirkan bola, membuat mereka bergerak, kesempatan pasti datang. Dan itu terjadi.โ€

Ia menolak mengklaim semua pujian atas gol penyeimbangnya. โ€œKredit bukan hanya untukku. Gabi memberikan umpan sempurna. Saat kau mencetak gol, semua orang ikut mencetak gol. Saat kau kebobolan, semua orang juga ikut kebobolan.โ€

Ancelotti pun memuji kedewasaan timnya. โ€œIni bukan tentang bakat. Ini tentang kepemimpinan, tentang ketenangan. Casemiro adalah contoh hidup dari itu. Di usianya, ia masih bisa mengendalikan ritme permainan, menenangkan rekan-rekannya, dan mengubah kekalahan jadi kemenangan.โ€

Dengan kemenangan ini, Brasil melaju ke babak 16 besar untuk melawan pemenang laga Kanada vs Maroko. Sementara Jepang, meski tampil heroik, harus pulang dengan hati terluka setelah gagal melangkah lebih jauh dari babak 32 besar untuk kali ketiga berturut-turut.

Casemiro, yang mungkin menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia, bukan hanya membuktikan bahwa usia bukan penghalang bagi keilhamanโ€”ia membuktikan bahwa mental juara tak pernah menua.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading