Terkini24.com,- Brasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jepang 2-1 dalam laga sengit di Stadion MetLife, New Jersey, Senin, 29 Juni 2026. Kemenangan dramatis yang dicetak Seleção lewat gol penentu di menit akhir tak hanya memperkuat dominasi mereka di ajang dunia, tetapi juga memicu kontroversi pasca-laga.

Penyerang Matheus Cunha, yang menjadi salah satu kunci serangan Brasil sejak menit awal, terlihat melakukan gestur provokatif usai peluit panjang berbunyi. Dalam rekaman siaran resmi FIFA, Cunha mengangkat lima jari ke arah para pemain Jepang—simbol dari lima gelar Piala Dunia yang dimiliki Brasil sepanjang sejarah. Tindakan itu disertai teriakan yang terdengar jelas oleh kamera: “Kami sudah menang lima kali! Tunjukkan rasa hormat! Kalian bukan siapa-siapa.”

Insiden ini langsung menjadi viral di media Brasil. Bahia Notícias dan iG Esportes melaporkan bahwa aksi Cunha adalah respons terhadap komentar sebelum pertandingan dari penyerang Jepang, Kento Shiogai, yang meragukan kekuatan tim Seleção saat ini. “Mereka dulu kuat, tapi sekarang? Saya masih yakin Prancis dan Argentina yang paling mengancam. Brasil? Saya belum dengar banyak kabar tentang mereka,” ujar Shiogai dalam wawancara 26 Juni lalu.

Meski menuai kritik atas sikapnya, Cunha juga menunjukkan sisi kemanusiaannya. Setelah gol kemenangan Brasil diciptakan akibat kesalahan gelandang Jepang Ao Tanaka, Cunha segera berlari menghampiri pemain berjersi nomor 8 itu. Dengan tangan terulur, ia memeluk Tanaka yang terlihat hancur dan menenangkannya dengan kata-kata tak terdengar kamera—sebuah gesture yang langsung disambut hangat oleh fans global.

Kemenangan ini mengakhiri perjalanan Samurai Biru di putaran 32 besar, sekaligus memperdalam kekhawatiran Jepang atas konsistensi tim mereka di level tertinggi. Sementara itu, Brasil akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading dan Norwegia di babak 16 besar, dengan harapan besar untuk mempertahankan gelar juara yang terakhir diraih pada 2002.

Sebagai satu-satunya tim yang pernah meraih lima trofi Piala Dunia, Brasil kembali membuktikan bahwa sejarah tetap menjadi beban sekaligus senjata ampuh dalam dunia sepak bola. Dan Matheus Cunha, dengan keberanian dan emosi yang tak terbendung, menjadi wajah baru dari semangat tim yang tak pernah takut menyuarakan kebesaran masa lalu—meski itu berisiko menggores rasa hormat.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading