terkini24.com,- Piala Dunia 2026, Houston – Di babak pertama, Casemiro tampil seperti pemain yang kehilangan ritme. Kartu kuning menandai awal yang kacau, kesalahan defensif memicu gol Jepang, bahkan insiden tak sengaja menginjak kaki rekan setimnya jadi bahan candaan penonton. Tapi di babak kedua, sang kapten timnas Brasil berubah menjadi sosok yang tak terbendung—dari bahan lelucon menjadi pahlawan sejati.
Pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Houston Stadium berlangsung sengit. Jepang unggul 1-0 lewat gol Kaishu Sano pada menit ke-29, sementara Casemiro, 34 tahun, terlihat kewalahan menghadapi kecepatan dan pergerakan gelandang Nippon. Di penghujung babak pertama, ia bahkan membuat kekeliruan yang membuat rekan setimnya, Lucas Paqueta, terjatuh saat berusaha menyapu bola keluar—sebuah momen yang langsung jadi viral di media sosial.
Namun, ketika peluit babak kedua berbunyi, semuanya berubah. Casemiro bangkit dengan kekuatan fisik dan kecerdasan taktis yang langka. Pada menit ke-54, ia menyambut umpan silang Gabriel Magalhães dengan sundulan keras yang mengoyak gawang Jepang. Gol penyeimbang itu bukan sekadar balas dendam—ia menjadi titik balik seluruh pertandingan.
Dari situ, Casemiro menjadi jantung pertahanan dan sekaligus penghubung serangan. Ia memutus 8 serangan kritis lawan, mengoper 89% umpannya dengan presisi, dan terus menggempur ruang tengah Jepang hingga menit-menit terakhir. Meski harus ditarik keluar oleh pelatih pada menit ke-88 karena kelelahan, dampaknya sudah terasa. Tak lama setelah ia keluar, Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil pada menit ke-90+2, memastikan kemenangan 2-1 dan lolosnya Tim Samba ke babak 16 besar.
Kepala pelatih Brasil, Fernando Diniz, langsung memuji: “Dia bukan hanya pemain, tapi jiwa tim. Di saat semua meragukan, dia membuktikan bahwa pengalaman adalah senjata terkuat.”
Casemiro pun resmi dinobatkan sebagai Man of the Match. Statistiknya: 2 tembakan, 89% akurasi umpan, 8 kontribusi defensif, dan 1 gol—semua terjadi setelah ia sempat menjadi bahan ejekan. Di tengah gemuruh stadion, ia menunduk, tersenyum kecil, lalu menepuk dada—tanda bahwa ia tahu, ia telah membuktikan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar angka.
Brasil, yang kini memimpin Grup C dengan 7 poin, akan melanjutkan perjalanan di babak 16 besar. Sementara Casemiro, sang veteran, kembali menjadi bukti hidup: di sepak bola, kebangkitan tak pernah terlambat.

















