terkini24.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana pendirian FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 1 Agustus 2026, menyusul ancaman boikot massal dari UEFA, CONCACAF, AFC, dan puluhan asosiasi sepak bola dunia. Keputusan ini diambil setelah proposal yang mengusung penjualan 20% saham FFE kepada investor swasta, termasuk Thrive Eternal milik Joshua Kushner, memicu protes luas atas dugaan komersialisasi berlebihan terhadap turnamen paling bergengsi di dunia. FIFA mengakui bahwa rencana tersebut justru menciptakan perpecahan yang bertentangan dengan misi menyatukan sepak bola global.
FIFA Forward Enterprise, yang diumumkan pada 28 Juli 2026, dirancang untuk mengelola seluruh hak komersial dan operasional Piala Dunia pria dan wanita, serta Piala Dunia Antarklub. Dalam skema awal, FIFA berencana mempertahankan kendali mayoritas sambil menawarkan saham minoritas senilai hingga $4,2 miliar. Sebagai insentif, Infantino menjanjikan peningkatan dana pengembangan dari $10 juta menjadi $20 juta per asosiasi anggota selama empat tahun. Namun, kekhawatiran mendalam muncul terkait transparansi, tata kelola, dan minimnya konsultasi dengan konfederasi.
Puncak protes terjadi pada 30 Juli 2026, ketika 55 anggota UEFA secara bulat mengancam boikot Piala Dunia 2026, 2030, dan Piala Dunia Wanita 2027, dengan pernyataan tegas bahwa โPiala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi.โ CONCACAF dengan 41 anggotanya menyusul dengan penolakan serupa, sementara AFC menyatakan โkeprihatinan seriusโ atas proses pengambilan keputusan yang dianggap tidak inklusif. Tekanan semakin memuncak setelah Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino dan mantan presiden Federasi Sepak Bola AS, mengundurkan diri pada 31 Juli 2026, menyebut rencana itu sebagai โkesepakatan buruk untuk sepak bolaโ dan menuduh FIFA โmenggadaikan masa depan tanpa pembenaran yang meyakinkan.โ
Menanggapi tekanan global yang tak tertahankan, Infantino mengumumkan pembatalan FFE pada 1 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa tujuan FIFA selalu untuk menyatukan, bukan memecah belah. โProposal ini tidak akan dilanjutkan,โ ujarnya, menekankan bahwa integritas Piala Dunia harus tetap menjadi prioritas utama. Federasi Sepak Bola Meksiko menyatakan bahwa proses peninjauan terhadap inisiatif ini telah selesai, menandai akhir resmi dari salah satu krisis terbesar dalam sejarah kepengurusan FIFA modern.

















