Terkini24.com,- FIFA melarang wasit Prancis Francois Letexier dan tiga rekan sesama Eropa lainnya—Clement Turpin, Anthony Taylor, dan Michael Oliver—memimpin empat laga tersisa Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil demi menghindari konflik kepentingan, karena Letexier dan Turpin berasal dari Prancis, sementara Taylor dan Oliver dari Inggris, yang masing-masing masih bertahan di turnamen. Meski kepemimpinan Letexier dalam laga Argentina vs Mesir menuai kontroversi, FIFA menegaskan bahwa larangan ini tidak terkait dengan performanya di pertandingan tersebut, melainkan murni kebijakan netralitas.
Laga sisa Piala Dunia 2026 akan dipimpin oleh wasit dari konfederasi lain, yaitu Ivan Barton dari El Salvador untuk laga Prancis vs Spanyol, dan Ismail Elfath dari Amerika Serikat untuk duel Inggris vs Argentina. FIFA secara tegas menerapkan aturan bahwa wasit tidak boleh memimpin pertandingan yang melibatkan negara asal mereka, guna menjaga integritas dan objektivitas arbitrase.
Meski menjadi sorotan akibat keputusan kontroversial dalam laga Argentina vs Mesir—termasuk anulir gol Mostafa Ziko dan tidak menghukum pelanggaran terhadap Lisandro Martinez—Letexier tetap mendapat dukungan dari kepala perwasitan FIFA, Pierluigi Collina. Collina menegaskan bahwa semua keputusan wasit dan VAR telah sesuai dengan protokol, dan tidak ada indikasi bias terhadap tim tertentu.
Dengan demikian, karier Letexier di Piala Dunia 2026 berakhir setelah laga grup, tanpa kesempatan memimpin babak gugur. Ia menjadi salah satu dari empat wasit top Eropa yang dikeluarkan dari jadwal pertandingan akhir karena keterlibatan negaranya di turnamen.

















