terkini24.com,- Rodrigo De Paul mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah Argentina gagal meraih gelar Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Spanyol di final. Dalam unggahan media sosialnya, pemain tengah timnas Argentina itu menuding adanya konspirasi yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan La Albiceleste selama turnamen berlangsung.

De Paul menyatakan, banyak pihak yang justru berharap kegagalan Argentina, karena kebahagiaan dan semangat timnya dianggap mengganggu. Ia menolak mentah-mentah narasi yang menyebut Argentina diuntungkan wasit atau mendapat perlakuan istimewa dari FIFA, menyebutnya sebagai konspirasi tak berdasar yang hanya bertujuan meredam rasa sakit orang lain. โ€œHari ini saya melihat betapa banyak orang yang mengharapkan kejatuhan ini,โ€ tulisnya.

Kekalahan 0-1 dalam laga final di New York/New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026 menjadi pukulan berat bagi De Paul dan rekan-rekannya. Ia menegaskan, rasa sakit terbesar bukan karena kehilangan trofi, melainkan karena tidak bisa membawa kebahagiaan itu kembali ke para suporter yang telah setia mendukung. โ€œRasa sakit terbesar adalah karena kami tidak bisa membawa Piala Dunia kembali ke negara kami,โ€ ujarnya.

Baca Juga:

Namun, di tengah kekecewaan, De Paul justru menemukan kebanggaan yang lebih dalam. Ia mengatakan, hubungan antara tim dan suporter jauh melampaui sekadar gelar atau trofi. โ€œKalian membuat kami menyadari bahwa menjadi Argentina tidak bisa diukur dengan apapun,โ€ tulisnya. Ia menutup pesannya dengan keyakinan bahwa meski kekalahan ini akan terasa sakit lama, ia tetap bangga menjadi orang Argentina.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading