terkini24.com,- Meski meraih kemenangan 2-0 atas Panama di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB, Timnas Inggris tak bisa bernapas lega setelah laga tersebut. Kemenangan itu mengamankan posisi juara Grup L Piala Dunia 2026, tapi kualitas permainan The Three Lions justru menjadi sorotan tajam dari legenda hidup sepak bola Inggris, Alan Shearer.

Dalam laga yang berlangsung di tengah hangatnya suporter lokal, Inggris tampil dominan sepanjang 90 menit, menguasai bola dan menciptakan banyak peluang. Namun, kebrutalan serangan tak kunjung terwujud hingga babak kedua. Baru pada menit ke-62, Jude Bellingham membuka keunggulan lewat sundulan dari sepak sudut Bukayo Saka. Lima menit berselang, kapten Harry Kane menggandakan keunggulan lewat sundulan mematikan dari umpan Bellingham, sekaligus mengukir sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris di Piala Dunia.

Panama, meski minim penguasaan bola, sempat mengancam lewat serangan balik dan bahkan menyamarkan gol Jose Fajardoโ€”namun dianulir wasit karena posisi offside.

Namun, kemenangan ini jauh dari gambaran dominasi sempurna. Alan Shearer, yang menjabat sebagai analis BBC Sport, tak segan menyampaikan kekhawatirannya. โ€œTujuan pertama adalah menang. Tapi apakah kita bisa menang *dan* bermain dengan keindahan? Mungkin belum,โ€ ujarnya.

Shearer menyoroti rapor pertahanan Inggris yang terlalu sering kerepotan menghadapi serangan balik Panama, bahkan saat lawan tampak kewalahan secara teknis. โ€œAda dua atau tiga kesalahan mendasar di belakang. Keyakinan dan kepercayaan diri yang seharusnya mereka bawa ke fase gugur… belum sepenuhnya tercipta.โ€

Di balik kritik itu, Shearer tetap mengakui kontribusi besar dari dua bintang utama: Bellingham dan Kane. Pemain berusia 22 tahun itu bukan hanya pencetak gol, tapi juga otak permainan yang mampu membuka ruang di tengah lapangan. Sementara Kane, dengan konsistensi luar biasa, kembali membuktikan diri sebagai ujung tombak yang tak tergantikan.

โ€œMereka menang karena Bellingham, Kane, dan Anderson. Dan itu tidak masalah,โ€ tegas Shearer. โ€œBanyak tim besar bergantung pada bintang-bintang mereka. Yang penting, bintang-bintang itu tampil sebesar mungkin.โ€

Dengan kemenangan ini, Inggris melangkah ke babak 16 besar sebagai juara grup, mengungguli Kroasia dan Ghana yang juga lolos. Namun, di balik raihan poin sempurna, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah The Three Lions mampu menunjukkan permainan yang menghantam, atau hanya mengandalkan kehebatan individu untuk menembus babak selanjutnya?

Di mata Shearer, jawabannya belum sepenuhnya terjawab. Dan bagi Inggris, fase gugur bukan hanya ujian teknisโ€”tapi juga mental.

Tags :

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading