terkini24.com,- Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, telah mempersiapkan skenario khusus untuk menghadapi kemungkinan pertandingan melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan adu penalti. Dengan pengalaman pahit tersingkir dari Kroasia lewat adu penalti di Piala Dunia 2022, Moriyasu memutuskan mengambil alih keputusan penentuan urutan penendang—bukan membiarkan pemain bersukarela seperti sebelumnya.

Duel sengit antara Samurai Biru dan Seleção di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) WIB, diprediksi bakal berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama berambisi melangkah ke babak 16 besar, namun Jepang harus bertarung tanpa kekuatan utama mereka, Takefusa Kubo. Winger andalan itu masih dalam proses pemulihan cedera dan tidak ikut latihan intensif, sehingga dipastikan absen.

Moriyasu, yang berusia 57 tahun, menekankan pentingnya ketenangan mental di momen krusial. “Kali ini, saya yang akan menentukan siapa yang menendang, bukan pemain. Kami tidak ingin sejarah berulang,” tegasnya. Pendekatan ini menjadi bagian dari perubahan strategis tim yang ingin melampaui batas sejarah: menembus final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Baca Juga:

Meski kehilangan Kubo dan memiliki waktu istirahat satu hari lebih singkat dibanding Brasil, Moriyasu tetap percaya diri. Ia bahkan menerima label sebagai “kuda hitam” dalam turnamen ini. “Kami percaya bisa menang. Kami yakin punya peluang—bahkan melawan tim sebesar Brasil,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, meminta timnya siap menghadapi tekanan dan harapan besar dari publik. Namun, fokus Jepang kini jelas: mengubah trauma masa lalu menjadi kekuatan, dan menjadikan adu penalti bukan sebagai mimpi buruk, tapi sebagai babak yang sudah direncanakan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading