terkini24.com,- Jerman memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar, meski masih bertahan sebagai juara grup E. Meski meraih enam poin dari tiga laga—menang atas Curacao 7-1 dan Pantai Gading 2-1, lalu kalah 1-2 dari Ekuador—tim arahan Julian Nagelsmann justru menuai kritik atas performa para bintangnya yang belum menunjukkan kilauan maksimal.
Deretan pemain kelas dunia seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz dinilai masih di bawah ekspektasi. Mereka yang diharapkan menjadi penggerak serangan justru terlihat kaku dan kurang mengancam, sementara striker pengganti Deniz Undav justru menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan tiga gol dalam dua pertandingan.
Direktur Timnas Jerman, Rudi Völler, secara terbuka mengakui bahwa tim masih memiliki ruang untuk berkembang. “Para pemain tahu mereka harus membuktikan diri di level tertinggi. Mereka sudah menjadi pemain kelas dunia, tapi sekarang saatnya menunjukkan mengapa mereka layak disebut begitu,” ujar Völler, seperti dikutip dari Reuters.
Ia meyakini momen kebangkitan para bintang itu tak lagi lama. “Anda punya feeling, momen itu sudah dekat. Tidak banyak yang kurang—hanya sedikit sentuhan akhir, keberanian, dan kepercayaan diri untuk meledak,” tambahnya.
Jerman akan menghadapi Paraguay di babak 32 besar pada 29 Juni 2026, laga yang dianggap sebagai ujian nyata sekaligus pintu masuk menuju fase gugur yang lebih menentukan. Dengan kekalahan dari Ekuador yang mengungkap kerapuhan di lini tengah dan kurangnya konsistensi serangan, keberhasilan Die Mannschaft di turnamen ini bergantung pada seberapa cepat Wirtz, Musiala, dan Havertz bisa bangkit dari bayang-bayang ketidakpercayaan.
Jika mereka mampu meledak di laga melawan Paraguay, Jerman bisa kembali menjadi kandidat juara sejati. Jika tidak, mimpi mempertahankan gelar akan pupus lebih awal—dan generasi emas baru pun harus menjawab pertanyaan besar: apakah mereka siap menjadi pemimpin, atau hanya sekadar bintang yang menunggu waktu?

















