terkini24.com,- Jerman siap menghadapi ujian berat melawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026, setelah direktur timnas Jerman, Rudi Völler, memperingatkan timnya agar tidak mengulangi kesalahan di lini tengah. Die Mannschaft, yang lolos sebagai juara Grup E, dinilai terlalu sering kehilangan bola di area krusial saat menyerang—kesalahan yang berpotensi dihukum oleh lawan tangguh seperti Paraguay.
Setelah menang telak 7-1 atas Curacao, Jerman meraih kemenangan sempit 2-1 melawan Pantai Gading, sebelum terkejut dikalahkan 1-2 oleh Ekuador di laga terakhir fase grup. Meski tetap memuncaki klasemen dengan enam poin, performa tim asuhan Julian Nagelsmann menunjukkan ketidakstabilan dalam mengontrol permainan di tengah lapangan.
Völler, pemenang Piala Dunia 1990, secara tegas menyoroti kelemahan ini. “Ketika situasi memanas, kami menunjukkan semangat juang luar biasa. Tapi di dua laga terakhir, kami terlalu sering kehilangan bola di lini tengah saat seharusnya mengatur serangan. Tim seperti Pantai Gading dan Ekuador tak segan menghukum kesalahan semacam itu,” ujarnya dalam pernyataan resmi DFB.
Ia menekankan bahwa meski tim ini memiliki pemain-pemain kreatif yang mampu melakukan dribel dan mengambil risiko, keseimbangan antara keberanian dan disiplin taktis harus segera diperbaiki. “Kami tidak bisa mengandalkan bakat semata. Di babak gugur, setiap kesalahan bisa berakhir dengan kekalahan.”
Pertandingan antara Jerman dan Paraguay akan berlangsung di Foxborough, Amerika Serikat, pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 03.30 WIB. Ini adalah pertemuan kompetitif pertama kedua tim sejak laga 16 besar Piala Dunia 2002, yang dimenangkan Jerman 1-0.
Paraguay, yang lolos sebagai peringkat tiga Grup D, dikenal disiplin defensif dan efisien dalam serangan balik. Mereka menahan imbang Amerika Serikat dan Australia, sekaligus mengalahkan Turki, untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
Dengan kekuatan ofensif Jerman yang masih menunggu ledakan dari bintang-bintangnya, dan kelemahan di lini tengah yang belum sepenuhnya diperbaiki, laga ini diprediksi akan menjadi ujian mental dan taktis yang menentukan nasib Die Mannschaft di turnamen ini.
















