terkini24.com,- Timnas Belanda harus menelan pil pahit di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Maroko lewat adu penalti 3-2 di Estadio Monterrey, Meksiko, pada Selasa (30/6) malam waktu setempat. Skor 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu tak mampu memecah kebuntuan, memaksa laga berakhir di titik putih—dan di situlah petaka bagi Justin Kluivert.

Gol awal Belanda diciptakan Cody Gakpo di menit ke-72, namun Maroko menyamakan kedudukan lewat Azzedine Ounahi di injury time. Tidak ada lagi gol di masa tambahan waktu, dan ketegangan pun memuncak saat adu penalti dimulai. Tiga eksekutor Oranje gagal: satu tembakannya melebar, satu lagi membentur tiang kanan gawang, dan yang terakhir ditepis kiper Yassine Bounou.

Kluivert, yang masuk menggantikan Gakpo di menit ke-113, dipilih pelatih Ronald Koeman sebagai salah satu eksekutor andalan. Pilihan itu tampak beralasan: sejak musim 2022/23, striker berusia 27 tahun itu memiliki rekor sempurna 7 dari 7 penalti yang dieksekusinya—baik bersama Valencia di LaLiga maupun bersama Bournemouth di Liga Inggris. Semua tembakannya tajam, akurat, dan tak pernah gagal.

Namun, di momen paling krusial, keajaiban itu berhenti. Tembakan Kluivert memukul tiang kanan gawang Maroko, menghancurkan harapan Belanda untuk melaju ke babak 16 besar. Kegagalan itu menjadi simbol kekalahan tim Oranje yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu calon kuat juara.

Maroko, yang sebelumnya mengejutkan dengan lolos dari grup yang berisi Brasil dan Skotlandia, kembali menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Bounou—penjaga gawang yang menyelamatkan dua penalti—menjadi pahlawan, sementara pemain Belanda terlihat kehilangan fokus di detik-detik paling krusial.

Koeman, yang sebelumnya mengumumkan keputusannya untuk mundur usai laga ini, tampak tanpa kata di pinggir lapangan. Belanda, yang finis sebagai juara Grup F, akhirnya tersisih lebih awal dari prediksi—dan nama Justin Kluivert, yang selama ini dikenal sebagai eksekutor andal, kini menjadi simbol kegagalan di momen paling menentukan.

Dengan kekalahan ini, Belanda kembali gagal melangkah jauh di turnamen besar—menjadi catatan kelam lain dalam sejarah tim yang masih menanti gelar juara dunia terakhirnya pada 1974. Sedangkan Maroko, yang melaju ke babak 16 besar menghadapi Kanada, terus menulis kisah epik sebagai salah satu tim Afrika paling menakutkan di Piala Dunia 2026.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading