Terkini24.com,- Dulu, Justin Mathieu dengan sengaja memamerkan statistik mencolok di media sosial—55 gol dan 36 assist dalam 158 penampilan—demi meyakinkan Timnas Indonesia bahwa ia layak dipertimbangkan sebagai naturalisasi. Pemain keturunan Indonesia ini bahkan tak segan memasang bendera Merah-Putih di samping bendera Belanda di profil Instagram-nya, menunjukkan keterikatan emosionalnya pada tanah leluhur.
Kala itu, di tengah upaya Shin Tae-yong memperkuat lini depan Garuda dengan pemain keturunan, Mathieu dianggap sebagai kandidat serius. Karier gemilangnya di Liga Belanda bersama Top Oss—dengan 31 gol dan 22 assist dalam dua musim—menjadikannya sosok yang sulit diabaikan. Pengalaman di klub-klub bergengsi seperti Willem II dan Go Ahead Eagles, serta gelar top skor Liga Armenia bersama FC Noah pada 2023/2024, semakin mengukuhkan reputasinya sebagai penyerang serba bisa yang mampu bermain di sayap maupun sebagai striker.
Namun, sejak 2025, kabar tentang dirinya hilang dari radar timnas. Bukan karena ia menolak panggilan, tapi karena nasibnya berbalik drastis. Setelah hengkang dari Top Oss, Mathieu gagal menemukan tempat stabil di tim utama klub mana pun. Kini, ia bermain untuk tim kasta bawah di Belanda, jarang mendapat menit bermain, dan bahkan tak lagi menjadi pilihan utama di level klub.
Meski pernah memperkuat Timnas Belanda U-16 hingga U-19 dengan 14 caps, dan memiliki rekam jejak yang mengesankan di level profesional, Mathieu kini terperangkap dalam siklus ketidakpastian. Ia bukan korban cedera atau skandal, tapi korban waktu dan persaingan ketat yang tak lagi berpihak padanya.
Sementara pemain keturunan lain seperti Ole Romeny dan Thom Haye justru menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di era Piala Dunia 2026, Mathieu hanya menjadi kenangan—sebuah kisah tentang ambisi yang terlalu terlambat, dan bakat yang tak sempat tersalurkan.

















