terkini24.com,- MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026–2027 resmi bergulir di Tangerang dan Semarang pada 1–6 September 2026, dengan sejumlah sekolah dasar dan madrasah menjadi juara di dua kategori usia. Head Coach MLSC, Timo Scheunemann, menekankan bahwa kesinambungan kompetisi menjadi kunci utama dalam pembinaan pesepakbola putri usia dini. Menurutnya, perkembangan pemain tidak bisa dinilai hanya dari satu pertandingan, melainkan dari kemampuan mereka menyerap pembelajaran dan menerapkannya di laga berikutnya.
“Ketika pemain mendapat kesempatan bermain secara berkelanjutan dengan tantangan berbeda, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas—mulai dari pengambilan keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan,” ujar Timo dalam rilis resmi. Ia menilai ekosistem kompetisi seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga JSSL 7’s Singapore telah memperkuat jalur pembinaan dengan memberikan pengalaman bertahap yang penting bagi pemain muda.
Di Tangerang, SDN Pinang 3 dan SDN Kunciran 8 keluar sebagai juara kategori usia 10 dan 12 tahun. Sementara di Semarang, SDN Kembangarum 2 dan MI Pagersari-Patean menjadi yang terbaik di masing-masing kelas. Pencetak gol terbanyak di Semarang, Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean, mencatatkan 61 gol di kategori U-12, sementara Fatimah Almeera Pahala dari SDN Karawaci Baru 1 mencetak 12 gol di U-10. Timo menegaskan, MLSC bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal yang mempersiapkan pemain untuk kompetisi lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

















