Terkini24.com,- Bursa transfer Liga Italia resmi dibuka pada Senin, 29 Juni 2026, dan Juventus langsung melancarkan gerakan strategis dengan fokus pada lini belakang Sassuolo. Kunci utama di balik rencana ini adalah Giovanni Carnevali, mantan CEO Sassuolo yang kini memimpin manajemen Bianconeri setelah menggantikan Damien Comolli yang dipecat usai Juventus finis di posisi keenam di Serie A 2025โ2026.
Carnevali, yang dikenal piawai mengorbitkan pemain muda, memiliki hubungan erat dengan dua nama kunci di Sassuolo: Tarik Muharemovic dan Jay Idzes. Muharemovic, bek tengah asal Bosnia yang sempat membela Juventus sebelum pindah ke Neroverdi pada 2024, menjadi target utama. Klub asal Turin berencana memanfaatkan hak 50% atas penjualan pemain tersebut untuk mendatangkannya kembali dengan harga sekitar 12,5โ15 juta euroโsetengah dari estimasi pasar saat ini yang berada di angka 25โ30 juta euro.
Sassuolo sendiri meraih keuntungan besar dari transaksi ini: mereka hanya mengeluarkan 3 juta euro untuk merekrut Muharemovic dari Genoa dua tahun lalu. Kini, performanya bersama Jay Idzes di lini belakang Sassuolo menjadi salah satu yang paling diacungi jempol di Serie A, membuatnya menjadi incaran klub-klub top Eropa, termasuk Inter Milan dan Bournemouth.
Selain Muharemovic, Juventus juga tengah mempertimbangkan untuk merekrut Fabio Miretti dari tim sendiri. Gelandang muda berbakat itu dihargai sekitar 14 juta euro, namun persaingan ketat muncul dari Fiorentina yang dipimpin mantan pelatih Sassuolo, Fabio Grosso.
Sementara itu, Jay Idzesโbek Timnas Indonesia yang juga dibina Carnevali saat masih di Sassuoloโtidak menjadi target transfer, namun keberhasilannya meningkatkan nilai pasar dari 2 juta euro menjadi 14 juta euro dalam satu musim, menjadi bukti nyata keahlian manajemen Carnevali dalam mengembangkan bakat.
Pertemuan antara agen Muharemovic dan pihak Juventus dijadwalkan berlangsung pekan ini, dengan target kontrak hingga 2031. Jika kesepakatan terwujud, maka kembalinya Muharemovic ke Juventus bukan sekadar reuni, tapi simbol kebangkitan strategi manajemen berbasis keahlian lokal yang kembali menggema di Turin.
















