Terkini24.com,- Dinamika mengejutkan menghiasi akhir fase grup Piala Dunia 2026 pada Minggu, 28 Juni 2026, dengan tersingkirnya Timnas Korea Selatan secara dramatis dan kegagalan Portugal meraih gelar juara grup. Keduanya menjadi sorotan utama setelah hasil-hasil laga penentu mengubah peta babak 32 besar.
Korea Selatan, yang sempat berharap bisa lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, akhirnya gagal setelah Republik Demokratik Kongo menang telak 3-1 atas Uzbekistan di Grup A. Kemenangan RD Kongo itu menggeser posisi Taeguk Warriors, yang sebelumnya hanya memetik satu poin dari tiga lagaโkalah 0-1 dari Afrika Selatan di laga terakhir. Dengan demikian, Korea Selatan gagal melangkah ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak 2014, meninggalkan para penggemar di rumah dan stadion dalam keheningan duka.
Sementara itu, Portugalโyang diharapkan tampil sebagai juara Grup Kโharus puas finis di posisi kedua setelah ditahan imbang 0-0 oleh Kolombia pada laga terakhir. Hasil ini memaksa mereka menghadapi Kroasia di babak 32 besar, sebuah pertemuan yang menjadi duel besar antara dua tim dengan sejarah gemilang di pentas dunia. Kroasia sendiri berhasil mengamankan tempat di fase gugur dengan kemenangan 2-1 atas Ghana, berkat gol-gol Petar Sucic dan Nikola Vlasic, sekaligus mengakhiri harapan Ghana untuk melaju.
Di sisi lain, babak 32 besar resmi terbentuk dengan sejumlah laga menarik. Brasil vs Jepang menjadi laga pembuka yang paling ditunggu, menyusul keberhasilan Selecao finis sebagai juara Grup H, sementara Jepang lolos sebagai runner-up Grup G. Duel Portugal kontra Kroasia, serta Argentina vs Australia, juga menjadi laga yang diprediksi bakal memicu gejolak di seluruh dunia.
Sementara itu, sorotan juga tertuju pada wasit Oman, Ahmed Al-Kaf, yang sebelumnya menjadi kontroversi di laga Bahrain vs Indonesia, namun kini tidak terdaftar sebagai wasit di Piala Dunia 2026 dan dikabarkan aktif dalam kegiatan amal di negaranya.
Dengan tersingkirnya Korea Selatan, kekalahan Portugal dari gelar grup, dan munculnya kejutan-kejutan lain, babak 32 besar Piala Dunia 2026 siap memulai babak baru yang lebih panas, lebih tak terduga, dan lebih memikatโdi mana setiap gol bisa mengubah sejarah.
















