Sumbawanews.com,- Philadelphia – Aksi hangat Kylian Mbappe memeluk pelatihnya, Didier Deschamps, usai mencetak gol kedua dalam kemenangan 3-0 atas Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, menjadi momen paling mengharukan malam itu. Laga yang berlangsung di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) dini hari WIB, tak hanya menjamin langkah Prancis ke babak 16 besar, tapi juga menyentuh sisi manusiawi di balik kesuksesan tim.
Gol pertama Mbappe lahir di menit 45, di penghujung babak pertama. Tanpa sorak khas atau lompatan spektakuler, ia langsung berlari ke pinggir lapangan, merangkul Deschamps erat-erat. Gestur sederhana itu, tanpa kata, mengungkapkan lebih dari sekadar kegembiraan. Deschamps, yang baru kembali melatih setelah absen di laga terakhir fase grup karena berduka atas kehilangan keluarga dekat, terdiam. Matanya berkaca-kaca.
“Secara pribadi, gestur Kylian sangat menyentuh saya. Dia adalah kapten kami. Saya tidak memujinya hanya untuk terdengar baik—tapi karena sejak hari pertama, dia selalu memberi teladan,” ujar Deschamps dalam wawancara eksklusif dengan ESPN, Rabu malam.
Gol kedua Mbappe datang di menit 74, memperkuat keunggulan Prancis menjadi 3-0 setelah Bradley Barcola menyamakan skor di menit 53. Dengan dua gol itu, Mbappe mengunci posisi sebagai top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan enam gol, dan total 19 gol dalam karier turnamen dunia—hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi.
Kemenangan ini bukan sekadar lanjutan dominasi Prancis, tapi simbol kesatuan. Di tengah tekanan, kehilangan, dan ekspektasi tinggi, Mbappe memilih untuk tidak berdiri sendiri. Ia memilih untuk berlari ke sosok yang pernah memimpinnya di Piala Dunia 2018, dan kini kembali memandu generasi emasnya di tengah duka.
Dengan langkah mantap, Les Bleus melangkah ke babak 16 besar, membawa beban sejarah dan harapan baru—dalam pelukan yang lebih dari sekadar selebrasi.
















