Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 bakal mempertemukan Belgia dan Senegal di Seattle Stadium, Kamis, 2 Juli 2026, pukul 03.00 WIB. Duel ini menjadi laga pertama antara kedua tim dalam sejarah kompetisi resmi, namun kekuatan dan dinamika yang tercipta jauh melampaui catatan statistik biasa.

Belgia, yang tampil tanpa kekalahan di fase grup, mengakhiri perjalanan mereka dengan delapan gol dan hanya dua kebobolan. Tim asuhan Rudi Garcia, yang dikenal dengan gaya permainan terstruktur dan serangan berlapis, mengandalkan kecerdasan Kevin De Bruyne yang menciptakan 16 peluangโ€”terbanyak di timโ€”serta kontribusi Leandro Trossard yang menjadi pencetak gol terbanyak dengan dua gol. Romelu Lukaku dan Alexis Saelemaekers juga turut menyumbang satu gol masing-masing, menunjukkan distribusi ancaman yang merata dan sulit diprediksi.

Sementara itu, Senegal datang dengan semangat juang yang menggetarkan. Meski kalah dari Prancis (1-3) dan Norwegia (2-3), tim asuhan Pape Thiaw bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Irak untuk mengamankan tiket ke babak gugur. Di balik hasil yang tampak tidak mengesankan, Senegal justru menunjukkan dominasi taktis: menguasai bola hingga 65 persen saat mengalahkan Mesir 1-0 di semifinal Piala Afrika 2025, mencatat 11 tembakan, dan memaksa lawan bertahan sepanjang laga. Gelar juara Piala Afrika 2025โ€”meski kemudian direbut Maroko lewat walk-out di final berikutnyaโ€”tetap menjadi bukti kualitas mereka di level benua.

Ismaila Sarr menjadi sosok paling menonjol di lini depan Senegal, dengan tiga gol dan 12 peluang diciptakan, hanya kalah dari De Bruyne. Sadio Mane, meski tak mencetak gol, tetap menjadi ancaman utama lewat 15 umpan silang dan 124 kali membuka ruang. Di tengah lapangan, Idrissa Gueye menjadi jantung permainan dengan 223 umpan dan 80 upaya dribel, 64 di antaranya sukses.

Kendati Belgia unggul dalam statistik penguasaan bola, umpan silang, dan penetrasi ke sepertiga akhir, Senegal justru lebih konsisten dalam menciptakan peluang meski kalah. Bahkan saat kalah dari Norwegia, mereka tetap menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluangโ€”bukti bahwa mental juara dan disiplin taktis menjadi senjata utama mereka.

Masalah kepercayaan muncul di kubu Senegal. Kiper utama Edouard Mendy cedera lutut usai laga melawan Norwegia dan telah kembali ke Arab Saudi untuk pemulihan, meninggalkan posisi penjaga gawang dalam keadaan tidak pasti. Di belakang, Kalidou Koulibaly berpotensi duduk di bangku cadangan setelah penampilan kurang meyakinkan, membuka jalan bagi Abdoulaye Seck yang tampil impresif saat menghadapi Irak.

Dengan kekuatan penuh di lini belakangโ€”Thibaut Courtois yang telah bermain 112 kali untuk Belgia, ditambah Timothy Castagne dan Maxim De Cuyper di sayapโ€”tim Setan Merah tampak siap menghadapi tantangan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tim-tim Eropa kerap kesulitan menghadapi semangat Afrika di Piala Dunia. Senegal, yang kalah dalam empat pertandingan terakhir melawan tim Eropa, justru punya alasan kuat untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang mudah dikalahkan.

Belgia diunggulkan, tapi bukan tanpa risiko. Senegal bukan sekadar tim yang bertahanโ€”mereka adalah tim yang menyerang dengan tujuan, disiplin, dan keberanian. Di Seattle, bukan hanya soal kualitas, tapi juga soal tekad. Dan di Piala Dunia, tekad seringkali lebih berbicara daripada peringkat FIFA.

Prediksi: Belgia menang tipis 2-1.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading