terkini24.com,- Sejumlah pembalap MotoGP menolak tampil di balapan Qatar 2026 yang rencananya digelar di Sirkuit Lusail pada 6–8 November 2026, menyusul kekhawatiran mendalam terhadap keamanan di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah pertemuan tertutup di Phillip Island, Australia, di mana pemungutan suara menghasilkan 15 suara menolak dan hanya lima yang mendukung pelaksanaan balapan. Menanggapi penolakan massal ini, Dorna selaku penyelenggara tetap bersikeras tidak membatalkan atau memindahkan ajang tersebut, memicu ketegangan semakin memanas. Para pembalap bahkan telah menyewa pengacara untuk mengirimkan surat resmi ke seluruh tim, meminta dukungan tindakan kolektif guna menekan keputusan penyelenggara.
Ketegangan ini semakin memperdalam jurang antara pembalap dan manajemen MotoGP, terutama setelah Wakil CEO Dorna, Carlos Ezpeleta, menyatakan pihaknya tidak memiliki kewajiban untuk berdialog langsung dengan para pembalap yang mengeluhkan kondisi di Qatar. Sumber terpercaya mengindikasikan tim-tim pabrikan besar seperti Ducati, Honda, dan Yamaha kemungkinan besar akan bergabung dalam penolakan ini, memperkuat posisi kolektif para pembalap. Jika penolakan berlanjut, dampaknya bisa sangat luas: jadwal balapan terancam berantakan, alokasi poin menjadi tidak pasti, dan upaya mencari lokasi pengganti—terutama setelah pembatalan MotoGP Australia 2026 akibat cuaca buruk—menjadi semakin sulit. Dorna kini berada di persimpangan jalan, di antara komitmen kontrak dan tekanan moral dari komunitas balap terbesar di dunia.

















