terkini24.com,- Pemain muda berusia 19 tahun, Pau Cubarsi, menjadi pahlawan pertahanan Spanyol saat timnya meraih gelar juara Piala Dunia 2026, setelah mengalahkan Argentina di final di New York/New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026. Dari desa kecil Estanyol di Girona, putra tukang kayu ini tampil impresif sebagai bek tengah, mengawal gawang Spanyol yang hanya kebobolan sekali sepanjang turnamen, sekaligus meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik.
Cubarsi, yang telah membela Barcelona sejak 2024, tidak hanya unggul dalam distribusi bola dengan akurasi umpan 90 persen, tetapi juga dikenal karena kesederhanaan hidupnya. Meski menjadi bintang dunia, ia tetap tinggal bersama kakaknya, membagi seluruh gaji untuk orang tuanya, dan memilih membelikan mobil baru untuk keluarganya daripada membeli kendaraan pribadi. Ia tetap menyelesaikan pendidikan sekolahnya dengan disiplin, belajar hingga pukul delapan malam setelah latihan, dan kerap kembali ke desa saat libur untuk membantu pekerjaan orang tuanya sebagai tukang kayu.
Teman-teman sekelasnya bahkan rela membantu mengumpulkan tugasnya saat ia absen karena pertandingan tandang. Di mata rekan-rekannya di Barcelona dan pelatih Luis de la Fuente, Cubarsi adalah sosok yang rendah hati, tanpa ego, dan selalu mengutamakan keluarga di atas segalanya. “Ketika pulang ke desa, saya bukan pemain bola—saya hanya Cubarsi yang ingin berkumpul dengan orang-orang yang mencintai saya,” ujarnya.
Spanyol pun menutup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna: juara grup H, menang di babak gugur, dan akhirnya menjuarai turnamen setelah menaklukkan Argentina di final. Cubarsi, dengan ketenangan dan keuletan, menjadi simbol bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari trofi, tapi juga dari hati yang tak pernah lupa dari mana ia berasal.
















