Terkini24.com,- Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) menjatuhkan sanksi larangan melatih selama 10 tahun terhadap Shin Tae-yong terkait sejumlah pelanggaran etika selama masa jabatannya di Ulsan HD. Hukuman tersebut diumumkan pada Juli 2026, saat Shin Tae-yong sudah resmi menjabat sebagai pelatih Persija Jakarta dan sedang mempersiapkan tim untuk musim 2026/2027.
Sanksi diberikan setelah penyelidikan oleh Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, yang menemukan indikasi pelanggaran berat, termasuk dugaan insiden penyerangan terhadap pemain, ketidaksesuaian hubungan dengan tim, serta aktivitas golf saat tim menjalani pertandingan tandang. KFA kemudian mengukuhkan hukuman tersebut melalui rapat Komite Fair Play, dengan menetapkan larangan total mengikuti semua kompetisi sepak bola di bawah yurisdiksi KFA, termasuk pencabutan kualifikasi kepelatihan selama satu dekade.
Meski demikian, sanksi ini hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak menghalangi Shin Tae-yong untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai pelatih Persija Jakarta. Asosiasi Sepak Bola Indonesia telah menerima pemberitahuan resmi terkait hukuman tersebut, namun tidak ada indikasi bahwa otoritas sepak bola Indonesia akan mengambil tindakan serupa. Shin Tae-yong kini terus fokus membangun skuad Persija dengan gaya permainan menyerang dan mobilitas tinggi, sebagaimana yang telah ia sampaikan secara terbuka sebagai ukuran kesuksesan di klub ibu kota.
















