terkini24.com,- Pelatih timnas Mesir Hossam Hassan menjadi sorotan usai timnya dikalahkan Argentina 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026). Kekesalannya meledak di lapangan, tapi itu bukan kali pertama ia terlibat insiden kekerasan. Pada Juli 2016, saat menangani klub Al Masry, Hassan pernah dipenjara selama empat hari setelah menyerang seorang fotografer pemerintah Mesir.

Insiden itu terjadi setelah laga melawan Ghazl El Mahalla berakhir imbang 2-2. Dalam kemarahan, Hassan mengejar fotografer yang bekerja untuk Kementerian Dalam Negeri Mesir, memukul kepalanya, dan membanting kamera korban ke tanah. Pengadilan Kairo kemudian menjatuhkan hukuman penjara empat hari dan denda 500 pound Mesir. Federasi Sepakbola Mesir juga memberinya sanksi tambahan: larangan melatih selama tiga pertandingan dan denda 10 ribu pound Mesir.

Setelah kekalahan dari Argentina, Hassan kembali menunjukkan sifat temperamentalnya. Ia berteriak-teriak kepada wasit, menuding adanya kecurangan dari FIFA demi melindungi Lionel Messi dan Argentina, bahkan sempat meludah ke arah penonton yang membentangkan bendera Israel. Reaksi itu memicu gelombang kritik di media sosial, namun ia tetap bersikeras bahwa timnya menjadi korban tekanan eksternal.

Hassan, yang pernah menjadi striker legendaris Mesir, kini menjadi pelatih paling kontroversial di ajang Piala Dunia 2026 โ€” bukan hanya karena taktiknya, tapi karena ledakan emosinya yang tak terkendali.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading