terkini24.com,- Setelah laga tandang melawan Bhayangkara FC dan menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada 13 September, Persebaya Surabaya dalam asuhan Bernardo Tavares memperdalam penerapan metode ilmiah untuk memantau kondisi fisik pemain. Tim pelatih, dipimpin pelatih fisik Diogo Carvalho, melakukan serangkaian tes Body Composition dan Countermovement Jump (CMJ) guna mengevaluasi respons neuromuskular para pemain terhadap beban latihan dan perjalanan jauh dari Lampung.

Carvalho menjelaskan bahwa hasil CMJ menjadi acuan utama untuk memahami seberapa baik tubuh pemain pulih dan mampu menghasilkan daya tungkal bawah setelah pertandingan. Karena setiap pemain memiliki pola kelelahan yang berbeda, pemantauan dilakukan secara individual, bukan secara kelompok. Data ini kemudian dikombinasikan dengan statistik pertandingan dan informasi dari perangkat GPS yang dikenakan pemain selama laga, untuk membantu menentukan susunan tim terbaik.

Semua temuan ilmiah ini menjadi bahan diskusi strategis bersama pelatih kepala Bernardo Tavares. Keputusan final tentang komposisi pemain tidak hanya bergantung pada intuisi atau pengamatan mata, tetapi juga pada integrasi data objektif dan kebutuhan taktis. Tujuan utamanya, seperti ditegaskan Carvalho, adalah memastikan setiap pemain tampil dalam kondisi segar, pulih penuh, dan siap bermain dengan intensitas tinggi di laga berikutnya.

Baca Juga:

Designed with WordPress