terkini24.com,- Beberapa tahun terakhir, sejumlah pesepakbola di berbagai belahan dunia tewas akibat tersambar petir saat bertanding atau berlatih. Tragedi terbaru terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026, ketika pemain asal Thailand, Safwan Awae, meninggal dunia setelah tersambar petir di Stadion Santiphap, Narathiwat, saat pertandingan Golok FA Cup. Sambaran petir juga melukai sembilan orang lainnya, namun Safwan mengalami luka paling serius dan tak tertolong meski sudah dilarikan ke rumah sakit.
Sebelumnya, pada 2024, pesepakbola Indonesia, Septian Raharja, tewas tersambar petir di Stadion Siliwangi, Bandung, saat laga persahabatan antara FBI Subang melawan 2Flo FC Bandung. Kejadian berlangsung pukul 15.30 WIB, ketika cuaca tiba-tiba berubah dari cerah menjadi berawan, lalu petir menyambar dua kali dalam selang satu detikโpertama mengenai alat penangkal petir di stadion, lalu langsung mengenai lapangan. Di tahun yang sama, pemain asal Peru, De La Cruz Meza, meninggal saat meninggalkan lapangan akibat hujan deras dalam pertandingan amatir antara Juventud Bellavista dan Familia Chocca di Huancayo. Otoritas setempat menyimpulkan bahwa gelang logam yang dikenakannya menjadi faktor penarik sambaran petir.
Tahun 2023 juga mencatat tragedi serupa di Brasil, ketika Caio Henrique De Lima Goncalves tewas saat bertanding untuk Uniao Jaiirense. Kasus-kasus ini memperkuat kekhawatiran akan risiko cuaca ekstrem dalam olahraga lapangan terbuka, terutama di wilayah dengan iklim tropis yang rentan terhadap badai petir.

















