terkini24.com,- Presiden UEFA Aleksander Ceferin tidak hadir di final Piala Dunia 2026 di New Jersey sebagai bentuk protes terhadap FIFA. Keputusan itu diambil menyusul ketegangan mendalam antara kedua organisasi terkait sejumlah kebijakan kontroversial selama turnamen, termasuk pembatalan sanksi terhadap pemain AS dan intervensi politik dalam keputusan disiplin.
Ceferin menolak hadir sebagai simbol kekecewaan UEFA atas keputusan FIFA yang membatalkan kartu merah untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah tekanan dari Presiden AS Donald Trump. UEFA menilai langkah itu melanggar prinsip independensi keputusan sepak bola dan membuka ruang bagi intervensi politik. Selain itu, organisasi Eropa itu juga mengecam durasi jeda babak pertama yang mencapai 27 menitโmelebihi batas maksimal 15 menitโserta penerapan jeda minum yang dianggap mengubah ritme pertandingan demi kepentingan iklan.
Ketegangan semakin memanas setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, dipulangkan otoritas AS sebelum turnamen dimulai, padahal FIFA kemudian menunjuknya memimpin laga final Piala Super UEFA. UEFA juga menyoroti perlakuan berbeda terhadap Timnas Iran yang menghadapi hambatan lebih ketat dalam proses masuk dan keluar AS dibanding negara peserta lainnya. Pernyataan pelatih Iran, Amir Ghalenoei, yang menyebut timnya sebagai yang paling tertindas, serta komentar Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin yang merayakan tersingkirnya Iran, semakin memperdalam krisis kepercayaan UEFA terhadap tata kelola FIFA.
















