Terkini24.com,- PSSI mengutuk keras serangan siber yang menargetkan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya, menyusul kekalahan 0-3 timnya dari Vietnam dalam pertandingan fase grup Piala AFF 2026. Federasi sepak bola Indonesia menegaskan bahwa rivalitas di lapangan tidak boleh berubah menjadi ancaman atau ujaran kebencian di media sosial, terutama yang menyasar kehidupan pribadi pemain.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan keprihatinan mendalam atas berbagai bentuk perundungan digital yang dialami Hubner, termasuk upaya doxing dan ancaman terhadap keluarganya. Ia menekankan bahwa kritik terhadap performa pemain adalah hal wajar dalam sepak bola, tetapi tidak boleh berubah menjadi serangan personal. PSSI pun mengadopsi kampanye global FIFA โ€œStop Hate, Protect Footballโ€ sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan menghormati hak asasi manusia para atlet.

PSSI juga mengajak suporter Indonesia untuk tidak terlibat dalam siklus balas dendam digital, menyerukan agar dukungan tetap berpijak pada sportivitas. โ€œKritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepak bolanya,โ€ tegas Yunus Nusi. Federasi ini berharap persaingan antara Indonesia dan Vietnam tetap berjalan dalam koridor olahraga, tanpa melanggar batas antara pertandingan dan kehidupan pribadi.

Baca Juga:

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading