terkini24.com,- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan akan memberlakukan sanksi tegas terhadap klub dan suporter yang terlibat dalam kerusuhan selama musim Super League 2026/2027. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap serangkaian insiden kekerasan, termasuk bentrokan di Banten International Stadium saat laga Persita kontra Persija dan serangan terhadap suporter tamu pasca pertandingan. Erick memerintahkan I.League dan manajemen klub untuk segera menerapkan aturan tanpa kompromi sesuai regulasi yang berlaku.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/10), Erick menekankan bahwa kebijakan penanganan kerusuhan dibagi berdasarkan lokasi kejadian. Aksi kriminal di luar stadion menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, yang menurutnya telah responsif dengan penangkapan cepatโbahkan dalam waktu 24 jam. Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuan tertutup dengan Kapolri baru-baru ini telah memperkuat komitmen bersama untuk menindak pelaku kejahatan suporter, dengan pengumuman resmi direncanakan dalam satu hingga dua minggu mendatang.
Untuk mencegah pengulangan tragedi, PSSI tidak hanya akan menghukum klub dengan pengurangan poin, tetapi juga berpotensi mencabut hak suporter tamu untuk hadir di stadion. Erick menegaskan bahwa insiden Kanjuruhan tidak boleh terulang, dan tindakan tegas harus diterapkan tanpa pengecualian. Ia menambahkan bahwa sejumlah klub sudah mengambil kebijakan larangan perjalanan ke luar kota untuk lawan tertentu, menunjukkan kesadaran akan dampak sosial dari kekerasan suporter yang merusak citra olahraga nasional.

















