Terkini24.com,- Bek PSV Eindhoven, Ryan Flamingo, tetap mempertahankan simbol kebanggaannya terhadap Indonesia meski peluang membela Timnas Indonesia secara resmi hampir mustahil terwujud. Pemain berusia 23 tahun itu, yang memiliki nilai pasar sekitar Rp243 miliar, masih memajang bendera Merah Putih di profil Instagram pribadinya, berdampingan dengan bendera Belanda dan Suriname—tanda kuat keterikatan emosionalnya pada akar keluarganya.

Flamingo, lahir di Blaricum, Belanda, pada 31 Desember 2002, memang pernah menjadi incaran PSSI pada 2023 saat pelatih Shin Tae-yong aktif mencari pemain diaspora untuk dinaikkan status naturalisasinya. Nama Flamingo sempat disebut bersama Jay Idzes sebagai calon tambahan kuat untuk skuad Garuda. Namun, harapan itu pupus setelah diketahui bahwa garis keturunan Indonesia-nya berasal dari buyut, bukan kakek atau nenek—sebagaimana syarat ketat FIFA untuk perpindahan federasi.

Regulasi FIFA jelas: hanya pemain dengan hubungan darah langsung hingga generasi kedua (kakek/nenek) yang memenuhi syarat untuk mengganti kebangsaan sepak bola. Dengan demikian, meski Flamingo memiliki darah Indonesia, ia tidak memenuhi kriteria teknis untuk memakai jersey Timnas Indonesia di ajang resmi.

Meski demikian, kecintaannya pada tanah leluhur tak pernah pudar. Ia kerap membalas komentar penggemar Indonesia dengan emoji bendera Merah Putih, dan tak pernah menghapus simbol itu dari profil media sosialnya—bahkan setelah pindah dari Sassuolo ke PSV Eindhoven, klub yang membawanya meraih gelar KNVB Beker dan Piala Super Belanda.

Karier Flamingo terus menanjak. Setelah berkembang di akademi BFC Bussum dan Almere City, ia bergabung dengan Sassuolo di Serie A, lalu dipinjamkan ke Vitesse dan FC Utrecht sebelum direkrut PSV dengan nilai transfer sekitar Rp156 miliar. Di level internasional, ia pernah membela Timnas Belanda U-21, termasuk tampil di UEFA Euro U-21 2025.

Sementara pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah membangun skuad berbasis pemain lokal dan diaspora yang memenuhi syarat, nama Flamingo tak lagi masuk dalam daftar prioritas naturalisasi. Namun, kebanggaannya terhadap Indonesia tetap menjadi inspirasi bagi banyak pemain diaspora lain yang ingin tetap terhubung dengan akar budayanya, meski tak bisa memakai jersey Garuda di lapangan.

Di tengah gempuran transfer mahal dan perubahan regulasi, Flamingo menjadi contoh nyata bahwa kebanggaan pada tanah leluhur tak selalu harus dibuktikan dengan caps di tim nasional—tapi lewat hati, identitas, dan tindakan sehari-hari.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading